Rapat para Pedagang dengan sejumlah perwakilan pejabat daerah Kukar (angga/okeborneo.com)
okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sejumlah pedagang Pasar Tangga Arung yang tergabung dalam Forum Pedagang Pasar dan Kaki Lima (FPPKL), melakukan rapat dengar pendapat dengar pendapat bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Adapun perwakilan Pemkab Kukar yang hadir ialah pejabat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kukar. Dalam rapat tersebut, para pedagang meminta kepada Pemkab Kukar untuk dapat menunda relokasi pedagang.
Mereka meminta relokasi pedagang dilakukan setelah Lebaran Idulfitri 2024. Ketua FPPKL, Matrosit mengatakan permintaan relokasi dari pemerintah daerah ini terkesan dadakan. Informasi tersebut ia terima setelah menerima panggilan rapat bersama Disperindagkop.
“Saya sebenarnya baru dengar hari kamis kemaren pada tanggal 15 Februari, itu ada rapat di Disperindag, katanya ada kabar akan direlokasi akhir bulan. Saya rasa ini terlalu mendadak sehingga membuat kegelisahan di teman-teman pedagang,” Ujar Matrosit.
Selain informasi yang diberikan cukup mendadak para pedagang juga merasa bahwa waktu yang diberikan untuk kegiatan relokasi ini tidak tepat mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.
Matrosit juga mengungkapkan bahwa dewasa ini perputaran ekonomi di pasar Tangga Arung mengalami penurunan akibat naiknya kebutuhan pokok dan momen Ramadhan sengaja ditunggu para pedagang untuk menanggulangi hal tersebut.
Oleh karena itu Matrosit berharap hal ini dapat menjadi pertimbangan para Pemerintah Daerah (Pemda) Kukar beserta Dinas terkait untuk melakukan penundaan relokasi pedagang pasar Tangga Arung selepas lebaran Idul Fitri 1445 H.
“Kami semua para pedagang tadi sudah berkomitmen bahwa pemindahan setelah lebaran teman-teman pasar siap, paling lama seminggu kami siap pindah. Kemudian untuk proses pengundiannya mungkin bisa mulai kita atur seminggu dua minggu ini supaya teman-teman setelah lebaran sudah tau tempat masing-masing sehingga bisa mempersiapkan hal-hal yang perlu disiapkan di sana, ” Ujar Matrosit lagi.
Terakhir Matrosit menegaskan bahwa para pedagang bukan menolak rencana relokasi yang telah dibuat oleh pemerintah, tetapi hanya meminta penundaan sementara saja. Ia beserta para pedagang lainnya bahkan merasa sangat bersyukur atas adanya rencana relokasi dari pemerintah ini karena telah diberikan fasilitas yang layak dan refresentatip.
“Total yang di data kemaren ada 360-an pedagang yang akan direlokasi. Dan semuanya sangat siap untuk pindah. Saya juga berharap sentral ekonomi yang tadinya di pasar sini bisa pindah ke sana,” pungkasnya.(atr)








