Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 1 Mei 2026 18:18 WITA

Pasar Sepi, Ketua DPRD Kukar: Wartawan Juga Bisa Berjualan di Sini


Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menyoroti sepinya aktivitas di Pasar Tangga Arung Square saat melakukan inspeksi mendadak, Kamis (30/4/2026). Ia meminta kios-kios kosong segera diisi pedagang aktif, bahkan menyebut wartawan pun bisa berjualan di sana jika masih ada petak yang dibiarkan tidak dimanfaatkan.

Sidak tersebut dilakukan bersama Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah. Kunjungan itu dilakukan setelah muncul sejumlah keluhan, mulai dari kondisi pasar yang sepi, tarif retribusi, hingga masih adanya kios kosong.

Ahmad Yani menegaskan, pengelola pasar perlu memastikan seluruh petak yang tersedia benar-benar digunakan untuk aktivitas perdagangan. Menurutnya, kios tidak boleh dibiarkan kosong sementara masih ada warga yang ingin berusaha.

“Kami minta tidak boleh ada lagi kios yang kosong. Satu petak pun harus terisi,” ujarnya.

Ia menilai, pengisian kios harus dilakukan secara selektif agar diberikan kepada orang yang benar-benar ingin berdagang. Hal ini penting untuk mencegah lapak berubah menjadi objek pemindahtanganan atau jual beli.

“Jangan sampai tempat yang sudah diberikan malah dipindahtangankan. Akhirnya jadi bisnis jual beli lapak. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani juga melontarkan pernyataan bahwa siapa pun yang memiliki kemauan berusaha bisa memanfaatkan kios kosong, termasuk wartawan. Pernyataan itu disampaikan untuk menegaskan bahwa pasar lebih baik diisi kegiatan usaha daripada dibiarkan sepi.

“Kalau perlu, wartawan sekalipun, daripada kosong, mungkin pagi sampai siang bisa berjualan dulu, nanti bergantian. Boleh juga,” ucapnya.

Menurut Yani, hal terpenting adalah bagaimana Pasar Tangga Arung Square bisa kembali hidup. Ia mendorong pengelola membuka ruang bagi pedagang aktif agar aktivitas ekonomi di pasar tersebut bergerak.

Selain kios kosong, Yani juga menyoroti keluhan pedagang terkait tarif retribusi. Ia menyebut besaran retribusi masih bisa dievaluasi apabila dinilai memberatkan pedagang.

“Kalau memang dianggap mahal, bisa saja diturunkan. Misalnya dari Rp600 jadi Rp500 per meter per hari. Ini soal penyesuaian,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan penurunan tarif tidak berarti berlaku permanen. Jika kondisi pasar kembali ramai dan omzet pedagang meningkat, besaran retribusi dapat disesuaikan kembali.

“Untuk saat ini kita memulai dengan memudahkan, bukan menyusahkan,” tutupnya.

DPRD Kukar mendorong penataan ulang Pasar Tangga Arung Square dilakukan dengan memastikan kios terisi pedagang aktif, mencegah praktik jual beli lapak, serta mengevaluasi retribusi agar pasar kembali bergerak dan tidak kehilangan fungsi ekonominya. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong

Di Tengah Demo Samarinda, Drupadi Baladika Bagikan Mawar dan Gelar Tarian Adat

20 Mei 2026 - 16:33 WITA

Drupadi Baladika Kaltim

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

Aksi Ketuk Pintu Gubernur, Warga Bawa 20 Titik Konflik Agraria ke Pemprov Kaltim

19 Mei 2026 - 16:25 WITA

ketuk pintu gubernur
Trending di Pos-pos Terbaru