Menu

Mode Gelap

Kalimantan Timur · 10 Apr 2025 15:05 WITA

Paslon Nomor 3 Dendi-Alif Usai Debat Publik: Masyarakat Kukar Butuh Pemimpin dengan Rekam Jejak Jelas dan Niat Baik


Teks foto : Paslon Nomor 3 Dendi-Alif (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Teks foto : Paslon Nomor 3 Dendi-Alif (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nomor urut 3, Dendi Suryadi dan Alif Turiadi, menyampaikan pernyataan mereka usai mengikuti debat publik Pemungutan Suara Ulang (PSU) pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Dendi Suryadi menegaskan pentingnya debat publik sebagai bagian dari proses demokrasi yang memberikan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menilai para calon pemimpinnya.

“Ini rangkaian penting dalam demokrasi kita. Debat memberikan ruang terbuka bagi masyarakat untuk memilih pemimpin mereka. Visi, misi, dan gagasan sudah kami sampaikan. Saya harapkan masyarakat Kukar memilih dengan cerdas dan hati nurani, memilih pemimpin yang berangkat dari niat baik,” ujar Dendi.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya terkesan pada janji, tapi juga menelusuri rekam jejak dan karya nyata para calon di masa lalu.

“Teliti rekam jejak dan karyanya pada masa lalu, karena itu sangat berkaitan dalam membangun Kukar yang adil dan sejahtera,” tambahnya.

Mengenai program unggulan, Dendi menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di Kukar.

“Kukar memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, dan APBD kita sangat tinggi. Tapi kenyataannya pembangunan belum merata. Apa yang menjadi keunggulan dan kekurangan akan kami evaluasi dan perbaiki.”

Saat ditanya soal target kemenangan, Dendi menjawab dengan yakin namun tetap mengedepankan prinsip.

“Target kemenangan sebesar-besarnya di tiap TPS. Kemarin kami baru pemanasan. Kita taat kepada aturan, taat kepada Allah, dan setia kepada masyarakat. Soal urusan pengadilan, kami ikuti, dan begitulah akibatnya,” ucapnya, merujuk pada proses hukum yang tengah dilalui.

Dendi juga menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih untuk mendukung pembangunan.

“Kita berangkat dengan optimisme dan antusiasme masyarakat yang ingin perubahan, pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi dan nepotisme. Hal-hal inilah yang membuat teori pembangunan bisa berjalan.”

Sementara itu, Alif Turiadi menambahkan bahwa pemilihan pemimpin bukan hanya soal popularitas, tapi soal integritas.

“Kita memilih seorang pemimpin itu berarti memilih figur. Berarti memilih rekam jejaknya. Insya Allah, Pak Dendi, mantan Jenderal TNI, dan saya, anggota dewan dua periode, akan memberikan yang terbaik bagi Kukar,” tegasnya.

Pasangan Dendi-Alif tampil percaya diri, membawa semangat perubahan dan tekad untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.(atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pelantikan PC-IWSS Kutai Kartanegara Dorong Peran Perempuan Sulsel di Daerah

23 November 2025 - 20:05 WITA

pelantikan PC-IWSS Kutai Kartanegara

Layanan SKCK Online Polres Kukar, Tak Perlu Lagi Antre di Kantor Polisi

2 November 2025 - 18:54 WITA

layanan SKCK online Polres Kukar

Hetifah Ajak Warga Kukar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Peserta Antusias 

31 Oktober 2025 - 19:08 WITA

Berkolaborasi dengan BRIN, Hetifah Adakan Pelatihan Manajemen BUMDes dan Koperasi di Kota Bangun

14 September 2025 - 08:53 WITA

Hetifah Sjaifuddian Bawa Angin Segar! SMPN Tulungagung Loa Kulu Dapat Gedung Baru dari APBN 2025

13 September 2025 - 19:49 WITA

Harganas Kaltim di Kukar, Pemkab Siapkan Gizi Gratis untuk Lansia

30 Agustus 2025 - 15:25 WITA

Trending di Kalimantan Timur