Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 27 Jan 2026 22:29 WITA

Patung Soekarno Sangasanga Jadi Ikon Baru RTH dan Pusat Aktivitas Budaya


Para pejabat berdiri di depan Patung Soekarno saat peresmian di kawasan RTH Sangasanga, Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Para pejabat berdiri di depan Patung Soekarno saat peresmian di kawasan RTH Sangasanga, Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Patung Ir Soekarno kini berdiri tegap di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Lebih dari sekadar monumen, kehadiran Sang Proklamator di tanah bersejarah ini menjadi simbol kebangkitan, identitas, dan arah pembangunan yang berakar pada nilai perjuangan.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa meski patung telah diresmikan oleh kerabat atau keluarga dari mendiang presiden pertama Indonesia, Djarot Saiful Hidayat, kawasan RTH Sangasanga masih akan terus dikembangkan. Sejumlah fasilitas umum, seperti musala dan penataan UMKM, menjadi pekerjaan lanjutan agar ruang publik ini benar-benar hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, patung Ir Soekarno sudah berdiri tegap di Sangasanga. Tapi ini belum selesai. Kawasan ini masih membutuhkan fasilitas pendukung agar nyaman dan tertata, termasuk untuk UMKM,” ujar Rendi, Selasa (27/1/2026).

Ke depan, kawasan ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga pusat aktivitas budaya. Pemerintah Kabupaten Kukar telah menyiapkan anggaran untuk menghadirkan agenda rutin bertajuk Soekarno Night, yang direncanakan digelar setiap malam Minggu atau dua minggu sekali.

Acara ini akan menampilkan seni dan budaya lokal Kecamatan Sangasanga. Harapannya, kegiatan tersebut dapat berjalan konsisten, seperti yang telah lebih dulu sukses di Simpang Oda Etam, sekaligus membuka ruang ekspresi bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif lokal.

Di tingkat nasional, Patung Soekarno Sangasanga juga mencatat prestasi tersendiri. Rendi meluruskan bahwa patung ini bukan peringkat kedua tertinggi di Indonesia, melainkan tertinggi pertama di luar Pulau Jawa dan berada di posisi kelima tertinggi secara nasional, dengan selisih sekitar 10 sentimeter dari Patung Soekarno-Hatta.

Pemilihan Bung Karno sebagai ikon Sangasanga bukan keputusan instan. Gagasan tersebut telah dibahas sejak masa pandemi COVID-19. Pada 2022, pemerintah daerah mulai melakukan peninjauan lokasi dan menentukan figur yang akan diabadikan.

“Beliau adalah Presiden pertama Republik Indonesia, Bapak Proklamator, sekaligus tokoh pahlawan bangsa. Karena itu kami sepakat menetapkan Bung Karno sebagai ikon di Sangasanga,” jelas Rendi.

Kehadiran patung ini, lanjutnya, juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kukar. Sebab, bukan hanya daerah di Indonesia, banyak negara besar di dunia yang menjadikan Patung Soekarno sebagai simbol penghormatan terhadap nilai perjuangan dan kemerdekaan.

Pembangunan kawasan RTH dan Patung Soekarno dilakukan secara bertahap. Setelah tahap pembahasan dan peninjauan lokasi pada 2022, perencanaan dimulai pada 2023 dengan dukungan APBD Perubahan, terutama untuk pematangan lahan. Barulah pada 2024 pembangunan fisik mulai dilaksanakan.

“Pembangunan ini tidak langsung jadi dalam satu tahun. Kita cicil sedikit demi sedikit. Total anggaran yang sudah digelontorkan hampir Rp30 miliar,” ungkap Rendi.

Sebagian besar anggaran digunakan untuk pembangunan dan penataan ruang terbuka hijau, mengingat luas kawasan yang cukup besar. Selain itu, pembangunan juga menyasar infrastruktur penunjang, termasuk peningkatan jalan di sekitar kawasan, jalur dua, hingga akses ke gang-gang di Sangasanga Dalam.

Kini, akses jalan di wilayah tersebut sudah jauh lebih baik. Tidak ada lagi kawasan yang terisolasi. Pemerintah daerah memastikan pembangunan ikon besar seperti Patung Soekarno berjalan seiring dengan pemerataan infrastruktur agar tidak menimbulkan ketimpangan sosial.

“Kami tidak ingin tempatnya bagus, tapi jalannya rusak. Itu yang kami pastikan terlebih dahulu sebelum peresmian,” tegasnya.

Dengan berdirinya Patung Soekarno di Sangasanga, Kukar tidak hanya menghadirkan sebuah monumen, tetapi juga ruang publik yang menyatukan sejarah, budaya, dan harapan masa depan, tempat nilai perjuangan Bung Karno terus hidup di tengah masyarakat. (atr)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Keracunan MBG Sebulu, Satgas Siaga 24 Jam di Puskesmas

3 Agustus 2026 - 20:55 WITA

MBG Sebulu

Usai Santap MBG, 46 Orang di Sebulu Alami Pusing dan Sakit Perut

3 Agustus 2026 - 17:40 WITA

MBG Sebulu

Hadapi Penipuan Digital, Polda Kaltim Luncurkan Cyber Resilient Community

3 Agustus 2026 - 16:17 WITA

Cyber Resilient Community Polda Kaltim

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar
Trending di Hukum - Kriminal