Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 6 Feb 2026 21:04 WITA

Pelantikan 124 Pejabat Kukar, Bupati Tekankan Kinerja Berbasis Data dan Mitigasi Bencana


Suasana pelantikan 124 pejabat Pemkab Kutai Kartanegara di Pendopo Bupati Kukar yang dipimpin Aulia Rahman Basri (Angga/okeborneo.com). Perbesar

Suasana pelantikan 124 pejabat Pemkab Kutai Kartanegara di Pendopo Bupati Kukar yang dipimpin Aulia Rahman Basri (Angga/okeborneo.com).

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melantik sebanyak 124 pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Kukar, Jumat (6/1/2026).

Aulia menegaskan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari proses peremajaan organisasi yang lumrah dilakukan dalam pemerintahan daerah. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru sekaligus meningkatkan energi dan kinerja aparatur.

“Dengan semangat baru ini, kita berharap implementasi visi besar Kukar Idaman Terbaik periode 2025–2030 dapat berjalan optimal. Rotasi jabatan penting agar tidak muncul zona nyaman yang berdampak pada menurunnya semangat dan kinerja,” ujarnya.

Aulia juga menyampaikan masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum terisi pejabat definitif. Untuk itu, pengisian jabatan akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan membentuk panitia seleksi guna mengisi jabatan-jabatan kosong tersebut.

“Meskipun manajemen talenta sudah mulai diterapkan, namun belum sepenuhnya utuh. Karena itu, seleksi terbuka tetap harus dilaksanakan dan ditargetkan selesai tidak lebih dari satu bulan,” jelasnya.

Dalam arahannya, Aulia menekankan pentingnya kinerja pemerintahan yang berlandaskan data. Menurutnya, intervensi kebijakan, khususnya dalam penanganan kemiskinan, harus didukung data yang akurat.

“Untuk mengintervensi masyarakat miskin, kita membutuhkan data desil 1, 2, dan 3. Tanpa data yang tepat, intervensi akan sulit sasaran. Kesalahan data akan berujung pada kesalahan kebijakan,” tegasnya.

Ia mengakui, penguatan basis data masih menjadi tantangan, padahal kinerja pemerintah juga diukur melalui indikator statistik seperti angka kemiskinan, stunting, dan rumah layak huni.

Terkait mitigasi bencana, Aulia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah dua kali melaksanakan rapat koordinasi kebencanaan. Pemetaan potensi bencana dilakukan secara menyeluruh dengan membentuk grup koordinasi antara para camat dan Sekretaris Daerah selaku Ketua BPBD.

“Para camat melaporkan kondisi wilayahnya setiap hari. Pemerintah tidak menunggu kondisi parah untuk bertindak. Ketika debit air di hulu meningkat, laporan sudah masuk dan langkah mitigasi segera dilakukan,” katanya.

Berkat langkah mitigasi tersebut, Aulia menyebutkan tidak ada wilayah terdampak bencana yang mengalami masalah serius sepanjang tahun ini. Beberapa kejadian di Tabang, Kembang Janggut, dan Dondang dapat ditangani dengan baik.

Menjelang Ramadan, pemerintah daerah juga fokus pada pengendalian inflasi. Aulia menyebut tim pengendalian inflasi daerah Kukar saat ini menjadi salah satu yang terbaik di Pulau Kalimantan.

“Pemantauan harga terus dilakukan dan kami bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk mengantisipasi kendala distribusi bahan pokok,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan kenaikan harga tidak hanya dilihat dari sisi daerah, tetapi juga dari produsen. Oleh karena itu, melalui konsep Koperasi Merah Putih dengan pendekatan new economic progressive, pemerintah mendorong agar kebutuhan bahan pokok masyarakat dapat diproduksi di daerah sendiri.

Terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan puasa, Aulia menegaskan bahwa pemerintah daerah mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Teknis pelaksanaan akan disesuaikan oleh Dinas Pendidikan sesuai arahan pusat.

Menanggapi isu penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) serta meningkatnya kasus kekerasan seksual, Aulia memastikan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan layanan tetap berjalan. Penanganan kasus dilakukan secara kolaboratif antarperangkat daerah dan didukung rumah sakit daerah.

“Setiap persoalan bukan menjadi tanggung jawab satu OPD saja, tetapi tanggung jawab bersama. Selama ini penanganan kasus per kasus dapat ditangani dengan baik,” katanya.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan kampus di Kukar, Aulia menyebutkan belum ada keputusan pasti, dengan opsi lokasi di Marangkayu atau Maloy. Pemerintah daerah mendorong agar kampus unggulan dapat dibangun di Kukar mengingat potensi sumber daya yang dimiliki.

Adapun terkait program gentengisasi sekolah sesuai arahan pemerintah pusat, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi daerah agar tidak menghambat pembangunan sekolah. Ke depan, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menyediakan genteng melalui produksi lokal.

Terakhir, Aulia menanggapi usulan Program RTKU Terbaik dari Kelurahan Maluhu yang mencakup pengelolaan sampah, bedah rumah, dan posyandu. Program tersebut diperbolehkan dan saat ini masih dalam tahap penyusunan petunjuk teknis serta harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

“Setelah Peraturan Bupati terbit dan juknis disahkan, program akan segera disosialisasikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (atr)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PHK di Kukar Capai 2.496 Orang hingga Juli 2026, Tambang Batu Bara Mendominasi

4 Agustus 2026 - 20:53 WITA

PHK di Kukar 2026

Polres Kukar Tegaskan Penyidikan Dugaan Penyimpangan Honor Non-ASN Bukan Pelimpahan Kejati

4 Agustus 2026 - 16:49 WITA

penyidikan honor non-ASN Disdikbud Kukar

Dugaan Keracunan MBG Sebulu, Satgas Siaga 24 Jam di Puskesmas

3 Agustus 2026 - 20:55 WITA

MBG Sebulu

Usai Santap MBG, 46 Orang di Sebulu Alami Pusing dan Sakit Perut

3 Agustus 2026 - 17:40 WITA

MBG Sebulu

Hadapi Penipuan Digital, Polda Kaltim Luncurkan Cyber Resilient Community

3 Agustus 2026 - 16:17 WITA

Cyber Resilient Community Polda Kaltim

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026
Trending di Pos-pos Terbaru