Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Pascasarjana KPI UINSI Gelar Public Speaking Untuk Tahun 2023 , Distransnaker Kukar Usulkan Kenaikan UMK Kukar Sebesar 6.09 % DPRD Kukar Sambut Baik Usulan Kenaikan UMK Kukar Siswono Cahyono Minta Pemkab Berikan Solusi untuk PKL Berdagang Galang Dana Tanpa Izin di Lampu Merah, Sejumlah Anjal Ditertibkan Satpol PP Kukar

Pemkab Kutai Kartanegara · 25 Sep 2022 13:07 WIB

Pembukaan Adat Erau Pelas Benua Berjalan Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Museum Mulawarman


 Pembukaan Adat Erau Pelas Benua Berjalan Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Museum Mulawarman Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pembukaan Adat Erau Pelas Benua berjalan meriah. Ribuan masyarakat terpantau antusias memadati kawasan Museum Mulawarman untuk menyaksikan pembukaan tersebut. Pembukaan tersebut dihiasi dengan beberapa tarian khas daerah Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam pelaksanaan pembukaan tersebut, turut hadir Bupati Kukar Edi Damansyah, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi dan Sultan Aji Muhammad Arifin serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, mengatakan, ini terlaksana berkat menurunnya angka penyebaran covid 19 di Kukar. Oleh karena itu, pihaknya langsung bersepakat dengan pihak Kesultanan untuk kembali melaksanakan Adat Erau Pelas Benua. Karena sudah dua tahun tidak terlaksana.

Dikatakan Edi, Adat Erau Pelas Benua tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana adat Erau tahun ini dipusatkan di Kedaton Kutai Kartanegara. Dan pihak panitia dari Kabupaten Kukar juga mengelola expo untuk mewadahi pelaku UMKM.

“Panitia dari Kabupaten fokusnya untuk mengelola expo untuk memfasilitasi para pelaku UMKM, semoga kerja bersama ini bisa terlaksanakan dengan baik, kondisi tetap aman tertib dan terkendali, ” ucap Edi.

Ia juga menegaskan bahwa Adat Erau ini telah masuk dalam dalam program Pemerintah Kukar. Yakni, melalui program Kukar Berbudaya dan Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F). Oleh karena itu, ia berjanji pelaksanaan Erau tiap tahunnya akan selalu meriah.

“Saat ini festival Adat Erau sudah ditetapkan oleh Kemendikbud RI sebagai event budaya nasional, harapannya semoga banyak wisatawan yang datang ke Tenggarong sehingga para pelaku UMKM bisa meningkat lagi penjualannya selama satu minggu ini, ” harapnya.

Yang jelas dampak ekonomi akan kembali dirasakan oleh masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ini. Semisalnya, penginapan , warung makan itu juga akan merasakan dampak positif dari terlaksananya Adat Erau Pelas Benua ini.

“Penginapan maupun hotel bakal meningkat jumlah kunjungannya. Begitu juga dengan warung-warung ramai. Intinya semua terdampak, ” terangnya.

Tak lupa juga, Edi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap jaga keamanan dan ketertiban. Ia juga meminta kepada masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksinasi, ” Jaga ketertiban agar semua masyarakat ini bisa menyambut Adat Erau Pelas Benua ini dengan riang gembira, ” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Budayawan Kaltim, Awang Rifani, mengatakan, dengan terlaksana adat Erau Pelas Benua ini tidak terlepas dari menurunnya angka covid 19. Oleh karena itu, dengan terlaksana Erau ini harapannya bisa kembali memunculkan kebudayaan yang ditampilkan mulai dari budaya keraton, budaya pedalaman maupun budaya pesisir agar kembali lestari.

“Karena ketika ada event adat Erau orang ramai datang ke Tenggarong untuk melihat kebudayaan asli Kukar, apabila ada pengunjung dari luar daerah otomatis mereka menginap disini dan membawa oleh-oleh, artinya ada kebangkitan ekonomi. Karena selama dua tahun tidak ada pemasukan bagi UMKM harapannya tahun ini itu lebih banyak lagi yang datang supaya UMKM kita bisa bangkit, “ucap Awang.

Ia juga mengatakan, kegiatan adat Erau ini merupakan awal dari kebangkitan para pelaku seni lokal yang sempat terdampak covid 19. Mereka bisa kembali menampilkan sebuah karya seni yang mereka miliki.

“Artinya ini kembali menghidupkan para pelaku seni lokal, dengan mereka memberikan sebuah penampilan otomatis mereka menerima honor berupa uang dan bisa menghidupkan kembali kebutuhan seni nya seperti peralatan seni dan juga kostum baru bagi mereka, ” ujarnya.

Ia juga meminta kepada pihak pelaksana untuk terus melakukan promosi untuk mendengungkan adat Erau ini. Karena saat ini semuanya serba elektronik semua orang bisa melihat promosi itu melalui media sosial .

“Harapannya kedepan itu lebih baik lagi artinya orang kan segala sesuatu itu ada di HP bagaimana promosi itu dilakukan secara digital, ” tutupnya. (adv prokom/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Kukar Intruksikan Kepada Cabor untuk Terus Cetak Atlet Berprestasi

16 November 2022 - 20:37 WIB

Kadispar Kukar Jadi Narasumber di Bimtek Pemasaran Kemenparekraf RI

16 November 2022 - 18:26 WIB

DP2KB Kukar Tetapkan 21 Lokus untuk Pencegahan Stunting

16 November 2022 - 18:14 WIB

Bupati Kukar Imbau Petani dan Nelayan Agar Bisa Memiliki KTA, Agar Mempermudah Penyaluran Bantuan

15 November 2022 - 19:37 WIB

Tingkatkan Produksi Tanaman, Disbun Kukar Distribusikan Pupuk dan Saprodi untuk Pekebun Kurang Mampu

15 November 2022 - 19:30 WIB

Hadiri Acara PSDKU, Dispar Kukar Harap ISBI Berkembang dan Angkat Kesenian di Kukar

15 November 2022 - 19:29 WIB

Trending di Pemkab Kutai Kartanegara