okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – AMDAL Kawasan Industri Mahakam kembali menjadi sorotan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara menekankan pentingnya pemetaan akurat sebagai fondasi dalam penyusunan dokumen analisis dampak lingkungan proyek berskala besar tersebut.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kukar, Yudiarta, menegaskan bahwa kajian AMDAL harus mencakup seluruh wilayah yang berpotensi terdampak. Baik dampak langsung maupun tidak langsung harus masuk dalam ruang lingkup analisis. “Pemetaan yang akurat sangat penting agar langkah mitigasi bisa dirancang sejak awal. Validasi data dan penguatan analisis wajib dilakukan, sehingga tidak ada wilayah terdampak yang terabaikan,” tegasnya.
Yudiarta menjelaskan, pemetaan detail membantu pemerintah daerah memahami sebaran dampak melalui media tanah, air, dan udara. Dengan begitu, potensi gangguan dapat diantisipasi secara lebih tepat. Ia menambahkan, DLHK Kukar berkomitmen mengawal seluruh tahapan penyusunan AMDAL hingga selesai.
Selain validasi teknis, Yudiarta menekankan perlunya konsultasi publik yang transparan. “Transparansi sangat dibutuhkan karena skala proyek ini luas. Potensi dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
DLHK Kukar menilai keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memastikan hasil kajian AMDAL sesuai kondisi lapangan. Dengan melibatkan warga, kepercayaan publik terhadap proyek industri bisa terbangun, sekaligus meminimalkan konflik.
Pemaparan batas wilayah studi yang dilakukan tim penyusun menjadi bagian penting untuk menentukan kelayakan proyek. Menurut DLHK, hasil kajian AMDAL Kawasan Industri Mahakam nantinya akan menjadi dasar kuat dalam pengambilan keputusan.
DLHK berharap, proses penyusunan ini menghasilkan dokumen yang komprehensif, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan. “Kalau pemetaan akurat, mitigasi bisa disiapkan sejak dini. Dengan begitu, pembangunan tetap jalan, lingkungan tetap terjaga,” tutup Yudiarta. (adv/dlhkkukar/atr)








