Menu

Mode Gelap

Advertorial · 23 Okt 2025 17:02 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Perbaikan Irigasi Rapak Rabau, DPRD Kawal Hingga Tuntas


Fathlon Nisa bersama Pemkab Kukar meninjau kondisi irigasi rusak di kawasan pertanian Rapak Rabau. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Fathlon Nisa bersama Pemkab Kukar meninjau kondisi irigasi rusak di kawasan pertanian Rapak Rabau. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA—Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Fathlon Nisa, turun langsung ke kawasan pertanian Rapak Rabau, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kamis (23/10/2025). Kunjungan lapangan ini dilakukan bersama Bupati Kukar dan jajaran perangkat daerah untuk melihat kondisi jaringan irigasi yang selama ini menjadi hambatan utama bagi para petani.

Dalam peninjauan tersebut, kelompok tani turut mendampingi dan menjelaskan situasi yang mereka hadapi, terutama mengenai minimnya suplai air ke area persawahan. Kondisi ini telah membuat sebagian besar lahan pertanian di kawasan itu tidak lagi tergarap secara optimal.

“Syukur alhamdulillah, Bupati sangat merespons apa yang menjadi kebutuhan petani. Tahun depan, jaringan irigasi baik primer maupun sekunder akan masuk dalam program penyelesaian,” ujar Fathlon.

Sawah Tak Produktif Sejak 2019

Dari hasil dialog dengan kelompok tani, diketahui bahwa sawah di Rapak Rabau sudah hampir enam tahun tidak digunakan secara maksimal. Kerusakan saluran air dan kurangnya perawatan membuat sejumlah lahan terendam, sehingga petani gagal panen dan akhirnya menghentikan aktivitas tanam.

“Mereka menyampaikan bahwa terakhir kali sawah berfungsi dengan baik itu tahun 2019. Setelah itu, karena tidak ada pembenahan saluran dan air tidak mengalir sempurna, kondisi sawah selalu tergenang,” jelasnya.

Fathlon menilai, jika irigasi tidak ditangani secara total, maka upaya menghidupkan kembali sektor pertanian setempat akan sulit berhasil.

Instruksi Tegas dari Bupati: Selesaikan Tanpa Penundaan

Dalam kesempatan tersebut, Fathlon juga mengungkapkan bahwa Bupati Kukar memberikan instruksi langsung kepada dinas terkait agar penanganan irigasi dilakukan secara cepat dan tuntas.

“Pak Bupati mengingatkan agar tidak ada pekerjaan yang dikerjakan setengah-setengah. Semua harus diselesaikan agar petani bisa kembali ke sawah,” tutur Fathlon.

DPRD Siap Kawal Anggaran Hingga Tuntas

Untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, Fathlon menegaskan bahwa DPRD Kukar akan mengawal alokasi anggarannya hingga masuk dalam pembahasan tahun 2026. Ia ingin memastikan bahwa kebutuhan mendesak petani benar-benar mendapatkan porsi prioritas.

“Kami di DPRD berkomitmen mengamankan anggarannya. Harapannya, apa yang sangat dibutuhkan petani bisa terwujud dan memberikan hasil nyata,” katanya.

Bangkitkan Kembali Lahan Pertanian Loa Ipuh

Fathlon optimistis bahwa rehabilitasi irigasi akan membuka kembali peluang bagi petani Loa Ipuh untuk menggarap lahan mereka. Ia menargetkan dalam satu hingga dua tahun ke depan, wilayah Rapak Rabau dapat kembali menjadi kawasan pertanian produktif.

“Kalau jaringan irigasi selesai dibenahi, saya yakin sawah di sini bisa hidup lagi. Petani bisa tanam, panen, dan kembali merasakan manfaat pembangunan,” tutupnya.

Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam memastikan sektor pertanian Kukar tetap tumbuh dan menjadi penopang ketahanan pangan daerah. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan

20 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Karhutla Dekati Permukiman Pendingin, Empat RT Berpotensi Terdampak

18 Agustus 2026 - 19:40 WITA

Trending di Peristiwa