Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 10 Okt 2025 19:37 WITA

Pendekatan Dialogis Jadi Strategi DLHK Kukar Tangani Konflik Lingkungan


Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam penyelesaian masalah lingkungan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam penyelesaian masalah lingkungan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam setiap tahapan penanganan. Cara ini dianggap mampu meredam potensi konflik sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menjelaskan bahwa penyelesaian masalah lingkungan sebaiknya tidak langsung mengarah ke tindakan hukum atau sanksi. Langkah klarifikasi dan pembinaan lebih diutamakan agar penyelesaian berlangsung secara konstruktif.

“Kalau ada masalah lingkungan, sebaiknya ditangani dulu di bawah dengan pendekatan persuasif. Klarifikasi dan pembinaan lebih diutamakan sebelum naik ke level yang lebih tinggi,” ujar Pramudia di Tenggarong.

Menurutnya, pendekatan dialogis membantu meminimalisir kesalahpahaman sekaligus memberikan ruang bagi pihak yang dilaporkan untuk memperbaiki kekeliruan. Dengan begitu, proses penyelesaian bisa berlangsung damai tanpa memunculkan ketegangan baru.

Ia menambahkan, strategi pembinaan yang diterapkan DLHK tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi pelaku usaha dan masyarakat. “Kami tidak serta-merta menindak. DLHK ingin memastikan kegiatan berjalan sesuai aturan. Kalau ada kekeliruan, kami arahkan agar segera diperbaiki,” jelasnya.

Walau pengawasan di lapangan sering terhambat kondisi geografis atau sikap resistif sebagian pihak, DLHK tetap menjadikan dialog sebagai jalan utama. Pramudia menegaskan bahwa kerja sama masyarakat memegang peranan penting, baik dalam melaporkan dugaan pelanggaran maupun berperan aktif mencari solusi bersama.

“Sinergi antara warga, pelaku usaha, dan pemerintah akan membuat penanganan lingkungan lebih cepat dan berkelanjutan,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

World Tourism Day 2026, Dispar Kukar Dorong Destinasi Wisata Kembali Ramai Lewat Aksi Bersih

25 September 2026 - 18:51 WITA

Tuan Rumah MTQ Kaltim 2026, Kukar Siapkan Kafilah di 58 Cabang Lomba

25 September 2026 - 18:36 WITA

Kukar Berprestasi Kendalikan Inflasi, Aulia–Rendi Raih TPID Award 2026

25 September 2026 - 13:39 WITA

Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi Beseprah

24 September 2026 - 15:03 WITA

Beseprah Erau 2026, Bupati Kukar Ingin Tradisi Makan Bersama Lebih Dekat dengan Rakyat

24 September 2026 - 12:14 WITA

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Diberi Gelar Pangeran Kelana Panji Wira oleh Kesultanan Kutai

24 September 2026 - 10:45 WITA

Trending di Advertorial