Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 27 Jan 2026 11:10 WITA

Peristiwa Merah Putih Sangasanga, Pesan Kebangsaan dari Tanah Juang Kaltim


Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji memimpin upacara peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke-79 di Lapangan Taman Palagan, Sangasanga, Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji memimpin upacara peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke-79 di Lapangan Taman Palagan, Sangasanga, Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kabut pagi masih menggantung tipis di Lapangan Taman Palagan Sangasanga, Selasa (27/1/2026), ketika derap langkah peserta upacara mulai terdengar. Di tempat bersejarah inilah, 79 tahun silam, api perjuangan Merah Putih berkobar mempertahankan kedaulatan bangsa.

Tepat di hadapan monumen perjuangan, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, berdiri sebagai inspektur upacara peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke-79. Upacara berlangsung khidmat, menjadi ruang refleksi atas perjuangan para Kusuma Bangsa yang rela berkorban demi Indonesia merdeka, khususnya di tanah Kalimantan Timur.

Dalam amanatnya, Seno Aji menegaskan bahwa Sangasanga bukan hanya sekadar lokasi bersejarah, tetapi simbol nilai perjuangan yang terus relevan lintas generasi. Menurutnya, semangat persatuan dan pengorbanan yang lahir dari peristiwa tersebut harus tetap menyala di tengah tantangan zaman.

“Peristiwa Merah Putih Sangasanga adalah pengingat bahwa kemerdekaan diraih dengan keberanian dan persatuan. Nilai itu yang harus terus kita rawat,” tuturnya.

Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, Wagub Kaltim menekankan pentingnya memaknai sejarah sebagai pijakan untuk masa depan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui peran masing-masing.

Dari Sangasanga, pesan kuat diarahkan kepada pemuda Kalimantan Timur. Seno Aji menyebut pemuda sebagai garda terdepan pembangunan daerah sekaligus penjaga nilai kebangsaan.

“Pemuda tidak cukup hanya bangga pada sejarah. Mereka harus berani tampil, berdaya, dan memberi kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa,” tegasnya.

Ia juga menyinggung berbagai program pemerintah daerah yang dirancang untuk mendukung pengembangan generasi muda, mulai dari pendidikan gratis hingga penguatan ekonomi melalui UMKM. Menurutnya, kesempatan telah dibuka, tinggal bagaimana pemuda memanfaatkannya secara optimal.

Upacara peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke-79 pun ditutup dengan doa dan penghormatan kepada para pahlawan. Di bawah kibaran Merah Putih, Sangasanga kembali mengirimkan pesan lintas zaman: menjaga Indonesia adalah tanggung jawab bersama, dan masa depan bangsa ada di tangan generasi penerusnya. (atr)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan

20 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Karhutla Dekati Permukiman Pendingin, Empat RT Berpotensi Terdampak

18 Agustus 2026 - 19:40 WITA

Trending di Peristiwa