Menu

Mode Gelap

Kalimantan Timur · 26 Agu 2025 17:20 WITA

Pimpinan Ponpes Ibadurrahman Akui Pelaku Pelecehan Merupakan Anak Kandung Sendiri


Pimpinan Ponpes Ibadurrahman Akui Pelaku Pelecehan Merupakan Anak Kandung Sendiri Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibadurrahman, Kutai Kartanegara (Kukar), terus bergulir. Pimpinan Yayasan Ponpes, Elwansyah Elham, akhirnya buka suara dan mengakui bahwa pelaku merupakan anak kandungnya sendiri.

“Anak didik iya, tapi anak kandung saya juga. Jadi kami tindak lebih tegas lagi. Di Ibadurrahman tidak ada hukum tebang pilih,” tegas Elwansyah saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Kukar, Selasa (26/8/2025).

Terkait rencana tim Adhoc yang akan melakukan skrining psikologis terhadap santri dan tenaga pengajar, Elwansyah menyatakan pihaknya terbuka penuh.

“Kami mempersilakan. Lembaga kami kooperatif, responsif, dan adaptif. Kami siap menerima mereka,” ujarnya.

Ia juga memastikan tindakan pelaku telah diblokir sepenuhnya dari kegiatan pesantren. “Sudah diblokir,” katanya singkat.

Saat ditanya terkait kemungkinan pembekuan Ponpes, Elwansyah menyebut akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.

“Sementara ini kami ikuti mekanisme, dinamikanya kami ikuti. Karena bersifat kooperatif, kami akan ikuti semua langkah-langkah yang sudah dilalui,” jelasnya.

Elwansyah mengungkap kasus ini bukan kali pertama mencuat. Pada 2021, pihaknya sempat menindaklanjuti laporan serupa namun mengalami kesulitan karena pelaku tidak mengaku.

“Kita sudah ambil tindakan, tapi dia tidak mengaku. Saya pun sudah membuat surat agar dia mengisi detail seperti asesmen, tapi jawabannya tetap dia tidak melakukan. Jadi kami serahkan ke hukum. Ponpes tidak ada menutupi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Elwansyah memastikan peningkatan pengawasan di lingkungan Ponpes. “Kami jamin kepada para orang tua bahwa pondok kami aman, nyaman, dan kondusif. Kami juga pastikan pengawasan akan ditingkatkan,” pungkasnya.

Kasus ini kini ditangani oleh tim gabungan yang terdiri dari DPRD Kukar, DP3A, Kemenag, Kepolisian, Kejaksaan, MUI, NU, Muhammadiyah, hingga TRC PPA. Dalam waktu dekat, skrining psikologis akan digelar untuk mendeteksi dampak trauma serta kemungkinan adanya korban lain.(atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 187 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara ke-80, Pemkab dan Polres Kukar Perkuat Kolaborasi Program Sosial

1 Juli 2026 - 17:54 WITA

Hari Bhayangkara ke-80 Polres Kukar

Disdikbud Kukar Evaluasi Skema Nilai Jalur Prestasi SPMB 2026

1 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPMB 2026

Polisi Jelaskan Alasan Tersangka Samarinda Half Marathon Tidak Ditahan

30 Juni 2026 - 18:19 WITA

tersangka Samarinda Half Marathon tidak ditahan

Polisi Sebut Rp280 Juta Dana Samarinda Half Marathon Dipakai Pribadi, EO Jadi Tersangka

30 Juni 2026 - 17:38 WITA

Samarinda Half Marathon tersangka

Orangtua Pendaftar Pertanyakan Transparansi Jalur Prestasi SPMB SMPN 1 Tenggarong

30 Juni 2026 - 17:18 WITA

SPMB SMPN 1 Tenggarong

Tolak Beri Solar, ABK Tugboat Dikeroyok Empat Orang di Sungai Mahakam

30 Juni 2026 - 17:13 WITA

ABK tugboat dikeroyok Sungai Mahakam
Trending di Hukum - Kriminal