okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Hatta, membuka Sosialisasi Pembekalan Sensitivitas Disabilitas Ketenagakerjaan di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Rabu (4/12/2024).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama dalam mewujudkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas di dunia kerja.
Dalam sambutannya, Muhammad Hatta menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin hak asasi setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Ia menyoroti kondisi sebagian besar penyandang disabilitas di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kemiskinan, keterbatasan akses, serta diskriminasi.
“Penyandang disabilitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat kita. Mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama sebagai warga negara. Namun, masih banyak dari mereka yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan minim, atau bahkan menjadi korban eksploitasi,” ungkapnya.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Muhammad Hatta menjelaskan bahwa setiap penyandang disabilitas memiliki hak untuk bekerja tanpa diskriminasi. UU tersebut juga mengamanatkan pemerintah dan swasta untuk mempekerjakan penyandang disabilitas sesuai kuota yang ditentukan, yaitu 2% di instansi pemerintah dan 1% di perusahaan swasta.
“Ini bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral kita untuk memastikan mereka memiliki kesempatan yang setara di dunia kerja,” tambahnya.
Muhammad Hatta juga menekankan pentingnya dukungan dari para pengusaha di Kukar. Menurutnya, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan nyaman bagi semua pekerja, termasuk penyandang disabilitas. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memandang sebelah mata penyandang disabilitas, melainkan memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kompetensi mereka.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, para pelaku usaha dapat memberikan dukungan nyata, mulai dari pelatihan hingga pemberdayaan penyandang disabilitas, agar mereka dapat bersaing di dunia kerja,” tegasnya.
Acara ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas dan mendorong terciptanya ekosistem kerja yang inklusif di Kutai Kartanegara. “Mari bersama-sama kita rangkul saudara-saudara kita ini, jadikan mereka individu yang tangguh dan mampu berkontribusi secara maksimal,” tutup Muhammad Hatta.
Sosialisasi ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong inklusivitas dan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk hidup mandiri dan bermartabat.(adv/distransnakerkukar/atr/ob1/ef)









