okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melaksanakan berbagai program pelatihan dan pemberian bantuan sejak tahun 2023 hingga 2024.
Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Distransnaker Kukar, Mohammad Hatta, dalam sebuah acara sosialisasi yang dihadiri oleh sejumlah penyandang disabilitas.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, teman-teman disabilitas dapat menemukan motivasi dan peluang untuk memberdayakan diri, baik untuk kepentingan pribadi maupun keluarga,” ungkap Hatta, Rabu (4/12/2024).
Ia menekankan pentingnya memandang potensi dan kelebihan penyandang disabilitas daripada keterbatasan yang mereka miliki.
Sejak 2023, Distransnaker Kukar telah mengadakan berbagai pelatihan keterampilan, seperti tata boga, menjahit, dan tata rias salon, yang diikuti oleh para penyandang disabilitas. Selain pelatihan, pemerintah juga memberikan bantuan untuk mendukung mereka agar mampu membuka usaha sendiri atau mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Tujuannya adalah agar mereka bisa setara dengan masyarakat umum. Kita harus melihat kelebihannya, bukan kekurangannya, karena setiap individu memiliki hak yang sama sesuai undang-undang, termasuk kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegas Hatta.
Program ini diharapkan mampu mendorong penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi, sehingga mereka dapat mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada orang lain. Selain itu, Distransnaker Kukar berkomitmen untuk terus memberikan dukungan berkelanjutan guna memastikan pelatihan dan peluang kerja ini bisa berjalan optimal.
Melalui pelatihan dan pemberdayaan ini, pemerintah Kukar menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas dan kesetaraan hak bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing.(adv/distransnakerkukar/atr/ob1/ef)









