okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Hujan deras dan angin kencang pada 17 Agustus lalu mengubah suasana jalur Tenggarong Seberang–Samarinda jadi mencekam. Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa pengendara motor yang melintas, menyebabkan korban meninggal dunia di tempat. Insiden tragis itu kini mendorong DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mendesak Pemkab segera bertindak.
Wakil Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid, meminta agar Pemkab melalui dinas terkait segera melakukan penebangan dan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang rawan tumbang. “Peristiwa di jalur Tenggarong Seberang itu jangan sampai terulang. Pemkab harus segera menyikapi hal ini dengan langkah cepat dan tegas,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).
Menurut Rasid, banyak titik di Kukar yang dipenuhi pohon besar di tepi jalan, khususnya di jalur dua Tenggarong Seberang–Samarinda. Ia menyebut kondisi itu berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat cuaca ekstrem. “OPD harus segera mengidentifikasi pohon yang berisiko tumbang. Jangan menunggu ada korban lagi baru bergerak,” tegasnya.
Ia menilai, penghijauan memang penting, tetapi keselamatan publik harus jadi prioritas. “Kalau pohon justru membahayakan pengendara, maka langkah terbaik adalah memangkas atau menebangnya. Keselamatan warga lebih utama,” tambahnya.
Rasid juga mengakui sering merasa was-was saat melintasi jalur tersebut karena banyak ranting menjulur ke badan jalan. Ia mencontohkan area Timbau yang sudah dilakukan pemangkasan dan terlihat lebih aman. “Saya harap penanganan seperti di Timbau bisa diterapkan di semua titik rawan,” katanya.
Selain itu, ia meminta agar pemerintah menambah rambu peringatan di titik-titik berisiko tinggi. “Masih banyak ruas jalan di Kukar yang minim rambu bahaya. Padahal itu penting untuk peringatan dini bagi pengendara,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taufik, mengatakan pihaknya sudah rutin melakukan pemangkasan pohon, meski belum bisa menjangkau semua wilayah. “Pemangkasan sudah dilakukan di kawasan Timbau dan jalur dua Tenggarong. Namun luasnya wilayah Kukar dan keterbatasan petugas membuat pelaksanaan belum maksimal,” jelasnya.
Taufik juga menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menewaskan seorang pengendara tersebut. DLHK Kukar, katanya, akan segera melakukan pendataan ulang terhadap pohon-pohon tua di jalur utama. “Kami akan evaluasi semua titik rawan dan ambil langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya. (adv/dprdkukar/atr)








