okeborneo.com, SAMARINDA — Pasca terjadinya letupan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.752.02, Satreskrim Unit Inafis Polresta Samarinda bersama Polsek Samarinda Seberang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menjelaskan pasca insiden meletupnya bungker BBM jenis Pertalite yang terjadi di SPBU dan mengakibatkan dua orang pekerja menjadi korban, kepolisian langsung melakukan penyelidikan.
“Berdasarkan keterangan awal, letupan terjadi diduga akibat dari gas buang di dalam tangki, yang mungkin dalam proses sirkulasinya tidak sempurna,” jelasnya.
“Kemudian ada percikan api dari listrik, namun ini masih diselidiki dan juga kami sudah melakukan oleh TKP. Dan selanjutnya kami akan panggil ahli dari pertamina untuk mengecek spesifikasi tangki penyimpanan BBM ini, dan apa penyebabnya,” sambungnya.
Diungkapkan Ary, pihaknya telah meminta keterangan dua orang yang berada di TKP selain itu terdapat dua korban mengalami luka bakar akibat insiden letupan tersebut.
“Nanti akan kami mintai keterangan mereka (korban), bagaimana posisi mereka saat terjadinya insiden tersebut,” terangnya.
Lebih lanjut dijelaskan Ary, pihaknya belum dapat memastikan apakah ada kesalahan prosedur dalam aktivitas kalibrasi yang dilakukan oleh para pekerja tersebut.
“Itu kami belum bisa sebutkan, karena kan yang ahlinya dari SPBU maupun Pertamina,” tandasnya.
Barang bukti yang diamankan unit Inafis Polresta Samarinda berupa pompa penyedot BBM, blower yang digunakan untuk mengeluarkan sisa gas dalam bunker serta benda-benda yang terbakar seperti selang, tali rapia terpal dan baju. (bdp)








