Menu

Mode Gelap

Distanak Kukar · 12 Sep 2025 15:24 WITA

Produktivitas Padi di Bukit Biru Naik 72 Persen, Seno Aji Bidik Swasembada Pangan 2026


Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan instansi terkait mengikuti panen padi varietas Leisa di demplot Bukit Biru, Kutai Kartanegara, Jumat (12/9/2025). (Kontributor Okeborneo.com) Perbesar

Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan instansi terkait mengikuti panen padi varietas Leisa di demplot Bukit Biru, Kutai Kartanegara, Jumat (12/9/2025). (Kontributor Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Lonjakan produksi padi di Kelurahan Bukit Biru, Kutai Kartanegara, memberi sinyal kuat bahwa masa depan pertanian di Kalimantan Timur tengah bergerak menuju era modern. Dari lahan demplot seluas 10 hektare yang ditanami varietas Leisa, hasil panen meningkat dari rata-rata 3,6 ton per hektare menjadi 6,2 ton per hektare. Peningkatan 72 persen ini bukan hanya angka statistik, melainkan bukti nyata bahwa teknologi pertanian modern mampu mengubah cara kerja petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji, yang hadir langsung dalam kegiatan panen, menegaskan pentingnya intensifikasi mekanisasi dan digitalisasi farming di wilayahnya. Ia menilai, penggunaan alat modern seperti Drone Sprayer Agriculture bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga membantu petani menghemat tenaga. “Alhamdulillah, Bank Indonesia dan Pak Bupati Kukar juga sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan, Bank Indonesia mengajak Politeknik Pertanian (Politani) menggunakan teknologi bioinfigurasi, yaitu bakteri yang dapat meningkatkan hasil panen,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

Dukungan lembaga keuangan dan perguruan tinggi menjadi aspek penting dalam pengembangan teknologi pertanian. Bank Indonesia tidak hanya hadir dalam program ini, tetapi juga menggandeng Politani untuk riset bioinfigurasi. Teknologi ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah dan memperkuat produktivitas tanaman secara berkelanjutan. Kolaborasi multipihak ini dinilai sebagai strategi baru untuk menjawab tantangan pangan di Kaltim, terutama di tengah kebutuhan nasional yang semakin meningkat.

Dalam kesempatan itu, Seno Aji juga menggarisbawahi potensi besar yang dimiliki Kutai Kartanegara. Saat ini, terdapat sekitar 13 ribu hektare sawah aktif di Kukar. Jika teknologi mekanisasi dan digitalisasi diterapkan secara konsisten, dengan asumsi produktivitas 6 ton per hektare dan tiga kali panen dalam setahun, maka potensi produksi gabah bisa mencapai 33 ribu ton. “Dengan begitu, target swasembada pangan pada 2026 sangat mungkin tercapai. Kuncinya ada di irigasi. Itu sebabnya kita terus berdiskusi dengan Kementerian PUPR agar irigasi sawah dipercepat. Dengan dukungan irigasi yang baik, kami yakin tiga kali panen setahun bisa diwujudkan,” tegasnya.

Optimisme ini bukan tanpa dasar. Keberhasilan demplot Bukit Biru menjadi bukti awal bahwa transformasi pertanian berbasis teknologi bukan hanya wacana. Melalui kombinasi mekanisasi modern, digitalisasi farming, serta percepatan pembangunan irigasi, Pemprov Kaltim menargetkan peningkatan daya saing sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan akademisi, jalannya menuju swasembada pangan nasional semakin terbuka lebar. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sabu Disembunyikan di Rumah Walet, Pria di Muara Kaman Ditangkap Polisi

18 April 2026 - 18:10 WITA

sabu muara kaman

P3K Mundur Lebih Dihargai, Bupati Kukar: Daripada Terima Tapi Tak Pernah Datang

18 April 2026 - 16:55 WITA

P3K Kukar

Kratom Jadi Sumber Duit Baru, Kukar Produksi Ratusan Ton, Kaltara Siap Ikut

17 April 2026 - 17:48 WITA

kratom kukar

60 Persen Wilayah Batuah Masuk Kawasan IKN, Warga Diminta Patuhi Penertiban Hutan

17 April 2026 - 16:02 WITA

desa batuah

Sempat Ditutup karena Limbah, SPPG di Kukar Kini Beroperasi Lagi, Sudah Aman?

17 April 2026 - 15:16 WITA

SPPG Kukar

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar
Trending di Pemerintahan