Menu

Mode Gelap

Advertorial · 6 Nov 2025 14:11 WITA

Program Literasi Lapas Perempuan Tenggarong Bantu Warga Binaan Menata Kehidupan Baru


Infografis: Ozzy/Okeborneo.com Perbesar

Infografis: Ozzy/Okeborneo.com

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Upaya pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong kini memasuki babak baru. Melalui kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) dan Gerakan Literasi Kutai (GLK), para warga binaan mulai disapa oleh dunia literasi sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju kehidupan yang lebih baik.

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama tersebut dilaksanakan di Aula Serbaguna Lapas Perempuan, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Kaltim, Hernowo Sugiastanto, serta Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang berorientasi pada pemulihan sosial dan mental.

“Literasi bukan hanya kegiatan membaca, tapi proses penyembuhan. Melalui buku, para warga binaan belajar untuk berdamai dengan diri sendiri dan kembali menata masa depan,” ujarnya.

Program ini akan menghadirkan berbagai kegiatan literasi seperti membaca bersama, pelatihan menulis, serta pojok baca kreatif di area lapas. Menurut Riva, pendekatan literasi akan membantu para warga binaan menemukan rasa percaya diri dan memulihkan identitas diri mereka sebagai individu yang berharga.

Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono menilai bahwa inisiatif tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat program pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Ia menyebut buku sebagai jendela yang membuka harapan baru bagi mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.

“Melalui literasi, kita membuka jalan menuju kesempatan kedua. Buku bukan sekadar bacaan, tetapi jembatan yang menghubungkan mereka dengan kehidupan di luar sana,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menyediakan bahan bacaan yang relevan dengan kebutuhan warga binaan. Pemerintah daerah mendorong agar setiap peserta dapat mengusulkan jenis buku yang ingin dibaca, sehingga proses belajar menjadi lebih partisipatif dan bermanfaat.

“Bacaan yang tepat akan membantu mereka mengasah keterampilan dan kesiapan ketika kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Dengan adanya program literasi ini, Lapas Perempuan Tenggarong tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang pemberdayaan. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru bagi para warga binaan untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. (adv/prokomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru