Menu

Mode Gelap

Advertorial · 4 Nov 2025 19:28 WITA

Program Makanan Bergizi Gratis Kukar Sasar 43 Ribu Balita dan Lansia


Infografis: Ozzy/Okeborneo.com Perbesar

Infografis: Ozzy/Okeborneo.com

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat melalui peluncuran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan lansia.

Sebanyak 827 posyandu di seluruh wilayah Kukar disiapkan menjadi garda terdepan pelaksana program ini, dengan total penerima manfaat mencapai lebih dari 43 ribu balita pada tahun pertama.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Misi 1 Kukar Idaman Terbaik 2025–2029, yang berfokus pada pemerataan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial di seluruh pelosok daerah.

Perkuat Kapasitas Kader dan Jamin Kualitas Gizi

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menjelaskan bahwa pihaknya akan menitikberatkan program pada peningkatan kapasitas kader posyandu dan pengawasan kualitas makanan bergizi.

“Dinkes bertanggung jawab dalam dua hal utama, yaitu pendampingan kader posyandu dan pengawasan keamanan serta kandungan gizi makanan. Kami ingin pastikan semua posyandu menjalankan pelayanan sesuai standar nasional,” ujarnya.

Untuk mendukung itu, Dinkes akan menggelar pelatihan kader di seluruh kecamatan, dengan fokus pada pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi seimbang, hingga tata laksana pelayanan posyandu yang sesuai dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Anggaran Bertahap hingga 2030

Dalam dokumen RPJMD Kukar 2025–2029, Dinkes mencatat peningkatan alokasi anggaran yang cukup signifikan.

Tahun 2025, kegiatan pendampingan kader posyandu akan mendapatkan alokasi Rp112 juta.
Mulai 2026, jumlah itu meningkat menjadi Rp400,2 juta per tahun.
Sedangkan kegiatan pengelolaan gizi masyarakat dan kesehatan lingkungan akan didukung anggaran Rp395 juta pada 2026, dan naik menjadi Rp491 juta pada 2030.

“Pendampingan dan pengawasan ini tidak bisa sekali jalan. Harus berkelanjutan agar kualitas pelayanan posyandu benar-benar meningkat,” tambah Kusnandar.

Kader Posyandu Jadi Kunci Sukses

Kusnandar menegaskan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, khususnya mereka yang bersedia menjadi kader posyandu.

“Yang penting semangat dulu jadi kader. Soal kemampuan nanti kita latih. Ada 25 kompetensi dasar yang wajib dikuasai,” jelasnya.

Beberapa wilayah disebut sudah menjadi percontohan, salah satunya Kecamatan Loa Janan, yang rutin melakukan pelatihan dan penimbangan serentak.
“Loa Janan sudah lebih dulu bergerak. Kami berharap kecamatan lain segera menyusul,” ujarnya.

Bangun Kemandirian Posyandu di Tingkat Desa

Melalui sinergi lintas perangkat daerah dan pelatihan berkelanjutan, Pemkab Kukar menargetkan agar seluruh posyandu dapat mandiri dan mampu memberikan layanan yang merata hingga ke pelosok desa.

Program ini juga diharapkan menjadi model dalam memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga sejak usia dini hingga lanjut usia.

“Posyandu bukan hanya tempat penimbangan, tapi pusat edukasi dan layanan gizi yang berkelanjutan,” tutup Kusnandar. (adv/prokomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PHK Tanpa Gaji dan Pesangon, Ratusan Pekerja Tambang di Kukar Diduga Jadi Korban

14 April 2026 - 17:53 WITA

4.647 Peserta PBI Dialihkan ke Kabupaten, Kukar Pertanyakan Kebijakan Pemprov

14 April 2026 - 15:01 WITA

PBI Kukar

Tanpa Naik Harga, Tempe di Tenggarong Diam-Diam Mengecil

13 April 2026 - 20:14 WITA

harga tempe

Isu “Duel” di Politik Kukar, PDIP: Kami Pilih Berlomba Layani Masyarakat

13 April 2026 - 17:10 WITA

PDIP Kukar

Peta Politik Kukar Berpotensi Berubah, Bawaslu dan Parpol Mulai Bahas Pemilu 2029

11 April 2026 - 17:09 WITA

peta politik kukar

Bajaj Online di Tenggarong Belum Berizin, Pemkab Minta Jangan Narik Penumpang Dulu

10 April 2026 - 19:20 WITA

bajaj online tenggarong
Trending di Ekonomi