Menu

Mode Gelap

Advertorial · 15 Okt 2025 16:04 WITA

Raih Enam Penghargaan Nasional, Bank Sampah Sukamaju Jadi Sorotan hingga ke Luar Negeri


Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dari sebuah desa kecil di Kutai Kartanegara, nama Bank Sampah Sukamaju kini melambung hingga ke tingkat nasional. Berkat komitmen dan kerja keras warga dalam mengelola sampah, kelompok yang dipimpin Yayuk Sehati ini sukses meraih enam sertifikat dan piagam penghargaan nasional di bidang lingkungan.

“Alhamdulillah, berkat perjuangan kami, Bank Sampah Sukamaju telah meraih enam sertifikat dan piagam penghargaan tingkat nasional,” ujar Yayuk, Selasa (15/10/2025). Ia menyebut capaian itu sebagai bukti nyata bahwa gerakan berbasis masyarakat bisa membawa perubahan besar bagi lingkungan sekaligus kesejahteraan warga.

Sejak berdiri pada 2018, Bank Sampah Sukamaju tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan daur ulang sampah, tetapi juga mendorong kreativitas warga dalam mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Dari tangan mereka lahir paving blok plastik, ecobrick, dan berbagai karya berbasis daur ulang yang menjadi contoh nyata gerakan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Capaian itu kini menarik perhatian dunia internasional. Baru-baru ini, dua aktivis lingkungan asal Eropa, Miss Carolina dari Jerman dan Miss Sabrina dari Spanyol, datang langsung ke Desa Suka Maju. Keduanya tertarik mempelajari model pengelolaan berbasis partisipasi masyarakat yang diterapkan oleh Bank Sampah Sukamaju.

“Kami ingin berbagi pengalaman, sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat desa juga bisa berinovasi dalam mengelola sampah,” ujar Yayuk.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan membangun kesadaran. Karena itu, pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar tak takut mengelola dari rumah.

“Sampah bukan sesuatu yang harus dihindari. Kalau dikelola dengan benar, sampah justru bisa memberi manfaat dan membuka lapangan kerja,” katanya.

Lembaga ini juga dikenal dengan slogan yang kuat: “Lebih baik hidup dari sampah daripada hidup menjadi sampah.” Bagi Yayuk, kalimat itu bukan sekadar semboyan, tetapi wujud filosofi hidup yang menegaskan pentingnya bekerja keras, menjaga lingkungan, dan memberi makna pada setiap upaya kecil.

Kini, Bank Sampah Sukamaju menjadi inspirasi bagi banyak komunitas di Kutai Kartanegara dan daerah lain. Dari desa sederhana di Tenggarong Seberang, gerakan ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kesadaran kecil di lingkungan sendiri. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

58 Tenant Terisi, Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace Siap Dibuka

14 September 2026 - 19:49 WITA

Hetifah Dorong Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran

14 September 2026 - 16:09 WITA

SIGAP UMKM, Diskop UKM Kukar Perkuat Pembinaan Usaha Mikro Berbasis Kebutuhan

14 September 2026 - 12:35 WITA

Dugaan Mortir Sisa Perang Ditemukan di Dasar Sungai Mahakam Samarinda

14 September 2026 - 12:33 WITA

Pendapatan Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan

11 September 2026 - 12:20 WITA

DPRD Kukar Dorong Penelusuran Alur Dana Honor Guru Non-ASN hingga BPKAD

11 September 2026 - 12:18 WITA

Trending di Home