Menu

Mode Gelap

DLHK Kutai Kartanegara · 17 Sep 2025 14:39 WITA

Rendah Kesadaran Masyarakat Jadi Tantangan Pengelolaan Sampah di Kukar


Petugas memasukkan sampah ke tempat yang telah disediakan sebagai bagian dari kampanye kebersihan lingkungan di Kukar. (Ilustrasi) Perbesar

Petugas memasukkan sampah ke tempat yang telah disediakan sebagai bagian dari kampanye kebersihan lingkungan di Kukar. (Ilustrasi)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Meski tempat sampah sudah tersedia di banyak titik, tumpukan sampah yang berserakan di luar wadah masih mudah dijumpai di Kukar. Fenomena ini menjadi perhatian serius Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Slamet Hadiraharjo, yang menilai kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih rendah.

Dalam keterangannya di Tenggarong, Selasa (16/9/2025), Slamet menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya soal ketersediaan sarana, melainkan juga soal perilaku. “Sementara masih rendah makanya kami minta tolong kepada kawan-kawan media untuk bisa membantu mengampanyekan edukasi kepada masyarakat. Seperti kita lihat, masyarakat masih sering membuang sampah sembarangan meskipun sudah kita siapkan tempatnya, tetapi membuang di luar tempat sampahnya,” ujarnya.

Ia menilai, kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak sekadar merusak wajah kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Sampah yang menumpuk di jalan atau selokan bisa menjadi sumber penyakit, terutama di musim penghujan saat aliran air mudah tersumbat dan menimbulkan banjir lokal. “Ini masalah kebiasaan. Kalau kita semua terbiasa disiplin membuang sampah pada tempatnya, kota kita akan lebih sehat dan nyaman ditinggali,” tambahnya.

Slamet menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, terutama media, dalam mengedukasi publik. Menurutnya, media memiliki peran strategis untuk membentuk opini dan mendorong perubahan perilaku di masyarakat. Ia berharap pemberitaan dan kampanye kebersihan dapat mengingatkan warga agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, DLHK Kukar juga terus memperkuat program pengelolaan sampah di berbagai level, mulai dari sekolah, desa, hingga rukun tetangga (RT). Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga pada pembentukan budaya baru yang menekankan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Dengan begitu, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa ditekan, sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Upaya ini, kata Slamet, tidak akan berjalan efektif tanpa partisipasi masyarakat. Ia mengajak warga Kukar untuk saling mengingatkan di lingkungan masing-masing. “Mari bersama-sama kita saling mengingatkan di sekitar lingkungan kita agar masyarakat sama-sama mengelola lingkungan sehingga menjadi bersih dan sehat,” ujarnya menegaskan. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong

Di Tengah Demo Samarinda, Drupadi Baladika Bagikan Mawar dan Gelar Tarian Adat

20 Mei 2026 - 16:33 WITA

Drupadi Baladika Kaltim

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

Aksi Ketuk Pintu Gubernur, Warga Bawa 20 Titik Konflik Agraria ke Pemprov Kaltim

19 Mei 2026 - 16:25 WITA

ketuk pintu gubernur
Trending di Pos-pos Terbaru