okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara Rendi Solihin memberi peringatan terbuka kepada kader partainya agar tidak terjebak konflik internal menjelang agenda politik 2029. Ia meminta seluruh kader menghentikan sikap saling menjatuhkan dan mulai fokus bekerja di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Rendi saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP Kukar di Gedung Putri Karang Melenu, Kamis (23/4/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal partai untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah.
“Saudara-saudaraku, menuju tahun 2029, kita tidak boleh lengah. Kita tidak boleh malas. Kita tidak boleh sibuk saling menyikut sesama kawan,” ujarnya di hadapan peserta Musancab.
Rendi menegaskan, energi kader seharusnya tidak dihabiskan untuk konflik internal. Menurut dia, kekuatan partai justru akan terbentuk jika seluruh kader turun langsung ke masyarakat dan menunjukkan kerja nyata.
“Gunakan energi untuk turun ke rakyat, gunakan waktu untuk kerja nyata, dan gunakan suara untuk membela mereka yang lemah,” lanjutnya.
Ia menilai kemenangan politik tidak bisa diraih hanya dengan slogan. Karena itu, persatuan internal dan militansi kader di lapangan disebut menjadi faktor penting menghadapi kontestasi mendatang.
“Kita songsong kemenangan dengan kerja nyata. Kita rebut kemenangan dengan persatuan. Kita rebut kemenangan dengan solidaritas para kader militan Banteng Kuat Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, PDIP Kukar juga menekankan pentingnya pembenahan organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa agar mesin partai tetap aktif jauh sebelum tahapan pemilu dimulai.
Pesan Rendi dinilai menjadi sinyal bahwa konsolidasi internal partai mulai dipercepat sejak sekarang. Selain menjaga soliditas, langkah itu juga diarahkan untuk memperkuat basis dukungan di tengah masyarakat.
Musancab sendiri menjadi momentum bagi PDIP Kukar untuk menyatukan langkah menghadapi dinamika politik ke depan, sekaligus memastikan struktur partai tetap bergerak hingga akar rumput.








