Menu

Mode Gelap

DLHK Kutai Kartanegara · 18 Sep 2025 16:45 WITA

Rotok Etam Kembangkan Sistem Jemput Malam, Warga Loa Ipuh Tak Perlu Buang Sampah Sendiri


Ketua Bank Sampah Rotok Etam, Fauzi Ramadhan Pikri (kanan), bersama pengelola muda lainnya di depan kantor bank sampah RT 18 Loa Ipuh, Tenggarong. (Angga/Okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Rotok Etam, Fauzi Ramadhan Pikri (kanan), bersama pengelola muda lainnya di depan kantor bank sampah RT 18 Loa Ipuh, Tenggarong. (Angga/Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Setiap malam, suasana RT 18 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, tampak berbeda. Bukan karena riuh aktivitas warga, melainkan karena sekelompok pemuda berkeliling mengambil sampah rumah tangga dari pintu ke pintu. Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pengelolaan Bank Sampah Rotok Etam yang mereka dirikan demi menjawab persoalan lingkungan di kampung mereka.

Ketua Badan Pengelola Bank Sampah Rotok Etam, Fauzi Ramadhan Pikri, menyebut inisiatif ini lahir dari kepedulian kolektif terhadap tumpukan sampah rumah tangga yang sering kali mengotori lingkungan. “Latar belakangnya itu untuk membantu membersihkan lingkungan, karena kami juga sekaligus ada program pemungutan sampah di tingkat RT,” jelasnya, Kamis (18/9/2025).

Uniknya, pengambilan sampah dilakukan setiap malam. Cara ini dipilih agar tidak mengganggu aktivitas warga di siang hari. “Kami menggunakan sistem pengambilan malam hari supaya tidak mengganggu aktivitas warga,” lanjut Fauzi. Dengan pola ini, partisipasi masyarakat meningkat karena mereka merasa terbantu, tidak lagi kerepotan mencari cara membuang sampah sendiri.

Selain menjaga kebersihan, Bank Sampah Rotok Etam memberikan manfaat ekonomi nyata. Warga bisa menabung sampah yang masih bernilai jual, seperti plastik, kertas, dan logam. Semua hasil setoran ditimbang, kemudian dicatat sebagai saldo tabungan sampah. Sistem ini membuat sampah yang semula dianggap beban justru berubah menjadi aset kecil yang bisa diakumulasikan.

Respon positif datang dari warga RT 18. Program ini dianggap efektif bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Anak-anak pun mulai teredukasi sejak dini, belajar bahwa sampah yang dikelola baik bisa memberi manfaat. Keberadaan bank sampah ini memperlihatkan bagaimana solusi sederhana dapat memberi dampak luas, baik untuk kebersihan maupun ekonomi keluarga.

Fauzi berharap langkah ini tidak berhenti di lingkup RT. Ia menargetkan agar pengelolaan bank sampah dapat berkembang hingga tingkat kelurahan. “Harapan kami, program ini bisa diperluas sehingga lingkungan kita semakin bersih, dan masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru