Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 15 Jan 2026 15:46 WITA

RSUD AM Parikesit Hadirkan Pusat Layanan Kanker Terintegrasi Pertama di Kabupaten Kaltim


Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin meresmikan fasilitas baru RSUD AM Parikesit. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin meresmikan fasilitas baru RSUD AM Parikesit. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meresmikan sejumlah fasilitas baru di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, di antaranya Gedung Nuri untuk layanan VVIP dan Gedung Murai sebagai pusat layanan kanker terintegrasi, Kamis (15/1).

Bupati Aulia Rahman Basri mengatakan, kehadiran fasilitas tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Kukar yang semakin kompleks. Ia menegaskan, fasilitas dan layanan ini menjadi yang pertama di tingkat kabupaten se-Provinsi Kalimantan Timur.

“Gedung Nuri kami siapkan untuk layanan VVIP dengan konsep yang berbeda. Tidak harus menunggu sakit. Masyarakat yang sehat pun bisa memanfaatkannya, seperti medical check-up, menginap satu malam, infus vitamin, hingga fisioterapi,” jelas Aulia.

Namun demikian, menurutnya, fasilitas paling krusial adalah Gedung Murai yang difungsikan sebagai pusat layanan kanker. Gedung ini dirancang dengan konsep pelayanan terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari diagnostik, terapi, hingga paliatif.

“Begitu seseorang terdiagnosis kanker, seluruh layanan penanganannya tersedia di RSUD AM Parikesit. Baik pasien yang bisa dioperasi maupun yang tidak, semuanya mendapatkan layanan sesuai kebutuhan medis,” tegasnya.

Untuk pasien operabel, lanjut Aulia, penanganan dapat langsung dilakukan melalui tindakan operasi. Sementara pasien nonoperabel tetap mendapat layanan kemoterapi dan radioterapi. Ke depan, RSUD AM Parikesit juga direncanakan memiliki layanan kedokteran nuklir.

Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga menyiapkan rumah singgah yang berada tepat di depan rumah sakit, khusus bagi pasien dan keluarga yang datang dari wilayah jauh. Fasilitas ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang harus menjalani perawatan selama beberapa hari.

“Semua layanan ini benar-benar kami rancang secara terintegrasi. Jujur saya melihat kapasitas dan pemikiran Direktur RSUD AM Parikesit sudah melampaui skala rumah sakit kabupaten. Inovasi yang dilakukan sangat luar biasa,” puji Aulia.

Sementara itu, Direktur RSUD AM Parikesit dr. Martina Yulianti menjelaskan bahwa Gedung Murai dilengkapi layanan kemoterapi rawat inap dengan kapasitas sekitar 20 pasien. Di lantai tiga terdapat 10 ruangan, masing-masing berisi dua tempat tidur, ditambah dua ruangan khusus rawat inap kemoterapi.

“Untuk pasien rawat jalan, kami sediakan ruang outpatient dengan kapasitas sekitar tujuh pasien, sehingga setelah menjalani kemoterapi bisa langsung pulang,” terang dr. Martina.

Adapun layanan radioterapi, RSUD AM Parikesit menargetkan mampu melayani hingga 40 pasien per hari. Meski demikian, dr. Martina menyebut proses pelengkapan dan penyesuaian peralatan medis masih terus berjalan.

“Kami masih dalam tahap penghitungan dan pemenuhan kebutuhan alat agar seluruh layanan bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aulia memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk mengoperasikan layanan terapi kanker tersebut. Menurutnya, SDM merupakan faktor vital yang telah dipersiapkan secara matang.

Ia juga menegaskan, seluruh layanan kesehatan lanjutan di RSUD AM Parikesit dapat diakses masyarakat melalui program berobat gratis cukup dengan menggunakan KTP, setelah melalui proses skrining dan rujukan dari fasilitas kesehatan terdekat.

Terkait pengembangan pendidikan kedokteran, Aulia menjelaskan bahwa RSUD AM Parikesit saat ini telah berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan bagi Universitas Mulawarman dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Ke depan, jika terdapat universitas lokal di Kukar yang siap, RSUD AM Parikesit akan diprioritaskan sebagai rumah sakit pendidikan.

Selain itu, Pemkab Kukar juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Hasanuddin, guna memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis di seluruh rumah sakit di Kukar.

“Dokter-dokter spesialis tersebut akan bertugas dalam jangka waktu tertentu dengan pembiayaan dari Pemkab Kukar. Kami juga menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa tingkat akhir. Secara prinsip, kerja sama ini sudah memiliki goodwill dan perjanjian resmi,” pungkasnya. (atr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Raperda Pariwisata Kukar Diminta Pastikan Warga Sekitar Destinasi Ikut Sejahtera

2 Juni 2026 - 18:15 WITA

Raperda Pariwisata Kukar

Lakon “Ibu Negara” Hadirkan Raja Mirip Prabowo, MetaKarsa Bawa Kegelisahan Sosial ke Panggung

2 Juni 2026 - 18:09 WITA

Ibu Negara

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Kukar Cegah Tumpang Tindih Bantuan Gizi

1 Juni 2026 - 18:09 WITA

transfer pusat Kukar

PAD Kukar Baru Diproyeksi Rp800 Miliar, Aulia Bidik Potensi Pajak Baru

1 Juni 2026 - 18:03 WITA

PAD Kukar

Dari Kontes Motor, Greyfit Modifest 2026 Dorong Ekosistem Otomotif Lokal

1 Juni 2026 - 13:32 WITA

Greyfit Modifest 2026

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Pemkab Kukar Tahan Sejumlah Kegiatan

30 Mei 2026 - 15:57 WITA

transfer pusat
Trending di Pemerintahan