Situasi Pembersihan tumpukan Gulma di Aliran Sungai Tenggarong (angga/okeborneo.com)
okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Babinsa Kelurahan Loa Ipuh serta sejumlah relawan turun langsung melakukan pembersihan tumpukan gulma disepanjang aliran Sungai Tenggarong, pada Selasa (23/1/2024).
Tumpukan gulma yang menyelimuti aliran sungai Tenggarong selama kurang lebih sepekan ini dinilai sangat berbahaya bagi rumah masyarakat yang bermukim di aliran sungai.
Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kukar, Novan Fahrozi mengatakan pembersihan gulma sudah berjalan selama empat hari. Dengan melibatkan seluruh relawan yang ada di Kelurahan Loa Ipuh.
“Selama empat hari tumpukan gulma terus dilakukan pembersihan. Dilihat dari perkembangan terkahir gulma terus semakin banyak, ” ujar Novan.
Dengan adanya bantuan dari relawan hari ini, diharapkan dapat mempermudah tim BPBD Kukar dalam melakukan pembersihan. Berdasarkan laporan dari warga yang bermukim di aliran sungai sudah ada yang mengalami dampak dari tumpukan gulma.
“Sudah ada pondasi rumah warga yang retak diakibatkan oleh tumpukan gulma bahkan ada satu keramba ikan milik warga yang juga rusak terkena tumpukan gulma, ” kata Novan.
Dalam penanganan gulma hari ini, Novan menyebutkan ada sebanyak 17 orang termasuk relawan dan Babinsa yang terlibat langsung dalam pembersihan gulma. Ditambah dengan dukungan berbagai unit.
“Kita sediakan perahu karet 2 unit, alat pemotong seperti senso hingga 15 unit jaket pelampung, ” sebut Novan.
Lebih lanjut Novan menambahkan pembersihan ini terus dilakukan sampai semuanya bersih. Untuk hari ini, pembersihan difokuskan di Jembatan Bongkok yang terletak di Jalan Kartini, Loa Ipuh.
Karena kawasan ini harus disterilkan terlebih dahulu agar tumpukan gulma yang dari arah Bekotok tidak menumpuk di satu titik. “Kita fokuskan di Jembatan Bongkok dulu nanti kalau semuanya disini sudah steril baru kita bergeser di wilayah Bekotok dan pembersihan harus dilakukan sampai gulma terurai di Sungai Mahakam, ” tutup Novan. (atr)








