Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 6 Mar 2026 15:51 WITA

Satgas Pangan Pantau Harga Sembako Tenggarong, Temukan Beras Premium di Atas HET


Petugas Satgas Pangan bersama Badan Pangan Nasional memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Raja Mangkurawang, Tenggarong, Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Petugas Satgas Pangan bersama Badan Pangan Nasional memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Raja Mangkurawang, Tenggarong, Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan turun langsung memantau harga serta ketersediaan bahan pokok di Pasar Raja Mangkurawang, Tenggarong, Jumat (6/3/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi, di antaranya Badan Pangan Nasional, Polda Kalimantan Timur, Dinas Pangan dan Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perdagangan, Dinas Perizinan, serta Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan mayoritas harga bahan pokok masih terkendali.

Menurutnya, sejumlah komoditas seperti beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, hingga cabai relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan harga dibandingkan sebelumnya.

“Misalnya cabai rawit merah yang sebelumnya sempat menyentuh sekitar Rp90 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi sekitar Rp75 ribu per kilogram,” jelasnya.

Selain cabai, harga telur ayam juga masih berada pada kisaran Rp55 ribu per piring. Sementara itu, harga gula pasir terpantau stabil di sekitar Rp17.500 per kilogram.

Meski demikian, tim Satgas masih menemukan beberapa pedagang yang menjual beras premium di atas harga eceran tertinggi (HET). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi serta harga dari pemasok yang sudah mendekati batas HET.

Yudhi menegaskan, apabila praktik tersebut masih terus ditemukan, pihaknya tidak akan segan mengambil langkah penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga menambahkan bahwa pengawasan harga dan pasokan pangan merupakan bagian dari tugas rutin Satgas Pangan sepanjang tahun 2026. Namun, menjelang Ramadan dan Idulfitri, pengawasan diperketat selama dua bulan, mulai Februari hingga April.

“Secara umum ketersediaan pangan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, stok beras yang tersedia di Perum Bulog saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga sampai lima bulan ke depan. (atr)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kesultanan Kutai Gelar Sholat Istisqo dan Haul Jama’ Jelang Erau Adat 2026

16 September 2026 - 18:51 WITA

Kabut Asap Kembali Selimuti Tenggarong, Jarak Pandang Mulai Terbatas

16 September 2026 - 15:54 WITA

Erau 2026 Masuk KEN, Persiapan Sakral Hampir 90 Persen

15 September 2026 - 20:32 WITA

Empat Tahun di Teror Penguntit, Penyiar Radio di Samarinda Lapor Polisi

15 September 2026 - 11:35 WITA

58 Tenant Terisi, Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace Siap Dibuka

14 September 2026 - 19:49 WITA

Hetifah Dorong Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran

14 September 2026 - 16:09 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru