Menu

Mode Gelap

Advertorial · 19 Agu 2025 20:45 WITA

Sengketa Sawit Jonggon, Pemkab Kukar Dorong Penyelesaian Damai Tanpa Jalur Hukum


Rapat dengar pendapat di DPRD Kukar membahas penyelesaian sengketa lahan sawit antara warga Jonggon dan pihak perusahaan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Rapat dengar pendapat di DPRD Kukar membahas penyelesaian sengketa lahan sawit antara warga Jonggon dan pihak perusahaan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Suasana ruang Banmus DPRD Kukar tampak tegang tapi terarah, Selasa (19/8/2025). Perwakilan warga Jonggon duduk berhadapan dengan pihak perusahaan perkebunan sawit yang telah bertahun-tahun berselisih soal kepemilikan lahan. Pertemuan itu kembali difasilitasi oleh DPRD Kukar untuk mencari jalan damai yang bisa diterima kedua pihak.

Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Kukar, Subagio, yang hadir dalam rapat tersebut, menyatakan pemerintah daerah berharap persoalan segera tuntas. “DPRD sudah sangat bijaksana dalam memfasilitasi permasalahan ini. Kami di pemerintah daerah mendukung penuh upaya penyelesaian,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menawarkan dua opsi penyelesaian. Opsi pertama, kompensasi sebesar 10 persen dari keuntungan pendapatan sawit hingga tahun 2031. Opsi kedua, pembayaran 15 persen dari keuntungan hingga tahun 2035.

Subagio menilai konflik semacam ini kerap terjadi di wilayah perkebunan yang berkembang pesat. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara investasi dan hak masyarakat. “Keberadaan perusahaan membawa dampak ekonomi seperti lapangan kerja dan pertumbuhan desa. Tapi kami juga tidak boleh mengabaikan hak masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah berharap kesepakatan bisa dicapai tanpa melalui pengadilan. “Kalau sampai ke jalur hukum, risikonya besar dan prosesnya lama. Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima opsi yang ada,” kata Subagio.

Anggota DPRD Kukar, Desman Minang Endianto, menambahkan masyarakat diberi waktu dua minggu untuk bermusyawarah menentukan sikap atas tawaran tersebut. “Hasil rapat ini belum final. Kami beri waktu dua minggu agar warga bisa bermusyawarah lagi secara internal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagian warga masih menolak tawaran tersebut. Karena itu, DPRD meminta Pemerintah Desa Jonggon membantu menengahi perbedaan pendapat agar kesepakatan tercapai. “Masih ada perbedaan sikap, tapi kami berharap masyarakat melihat manfaat jangka panjangnya,” ucap Desman.

Menurutnya, total lahan warga yang bersertifikat dan berada di dalam area perusahaan mencapai sekitar 14 hektare. Sengketa ini telah dibahas dalam lebih dari lima kali rapat di DPRD Kukar. “Ini termasuk RDP yang menguras energi dan waktu. Kami ingin masalah ini selesai melalui kesepakatan, bukan di pengadilan,” tutupnya. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan