Menu

Mode Gelap

Advertorial · 27 Sep 2025 14:51 WITA

Sosialisasi Intensif, Bank Sampah Al Hidayah Ubah Kebiasaan Warga Maluhu dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga


Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, gencar mengedukasi warga Maluhu agar mengelola sampah rumah tangga lebih bijak (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, gencar mengedukasi warga Maluhu agar mengelola sampah rumah tangga lebih bijak (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kebiasaan membakar sampah rumah tangga masih menjadi persoalan sehari-hari di Kelurahan Maluhu. Asap dari sisa kulit bawang, plastik, atau daun kering kerap menambah polusi udara. Di tengah masalah itu, Bank Sampah Al Hidayah hadir dengan cara berbeda: mengubah perilaku masyarakat lewat sosialisasi berkelanjutan.

Ketua Bank Sampah Al Hidayah, Sugiarto, menyadari tantangan terbesar bukan pada teknis pengelolaan, melainkan pada pola pikir warga. “Memang habis kalau dibakar, tapi menimbulkan polusi udara,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025). Karena itu, pihaknya memilih jalur pendekatan sosial dengan memanfaatkan kegiatan warga, mulai dari ronda Siskamling, yasinan, hingga majelis taklim ibu-ibu, sebagai ruang untuk mengedukasi.

Untuk mendorong partisipasi, Bank Sampah Al Hidayah membagikan karung khusus ke rumah-rumah warga. Sampah organik yang terkumpul kemudian dijemput, diolah, dan hasilnya diproses menjadi kompos. Kompos ini kembali disalurkan kepada kelompok ibu-ibu Dasawisma yang menggunakannya untuk menanam sayuran. Panen dari sayuran itu dijual, lalu hasilnya diputar untuk kegiatan sosial, termasuk mendukung Taman Pendidikan Quran (TPQ).

Menurut Sugiarto, langkah ini bukan sekadar soal mengurangi polusi atau menekan volume sampah. Lebih jauh, gerakan ini melatih masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah. “Kuncinya tidak bosan-bosan mengingatkan,” tambahnya. Dengan konsistensi, perlahan warga yang tadinya enggan kini mulai ikut serta.

Gerakan yang lahir dari lingkungan kecil ini diharapkan dapat ditiru wilayah lain. Bagi Sugiarto, manfaat terbesar bank sampah bukan hanya lingkungan yang bersih, melainkan terciptanya kebiasaan baru yang membawa nilai sosial dan ekonomi. “Kalau sampah dikelola dengan benar, hasilnya bukan hanya lingkungan bersih, tapi juga bisa bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pendapatan Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan

11 September 2026 - 12:20 WITA

DPRD Kukar Dorong Penelusuran Alur Dana Honor Guru Non-ASN hingga BPKAD

11 September 2026 - 12:18 WITA

Honor Guru Non-ASN Kukar Tertunda Tiga Bulan, Disdikbud Minta Sekolah Segera Validasi Data

10 September 2026 - 15:22 WITA

Beseprah Kukar Resmi Jadi WBTB, Tradisi Kesetaraan Didorong Tetap Lestari

10 September 2026 - 15:05 WITA

Distanak Kukar Ungkap Alasan Benih Padi Ditebar Langsung di Danau Semayang

9 September 2026 - 17:33 WITA

Sidang Kasus Etomidate Mantan Kasat Narkoba Kukar, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi

9 September 2026 - 15:58 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru