Menu

Mode Gelap

Advertorial · 19 Nov 2025 19:04 WITA

Strategi Pengembangan Ekraf Kecamatan, Kukar Siapkan Ratusan Karya Ber-HAKI


Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, memaparkan program pengembangan ekraf kecamatan di ruang kerjanya (Angga/okeborneo.com). Perbesar

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, memaparkan program pengembangan ekraf kecamatan di ruang kerjanya (Angga/okeborneo.com).

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin serius mendorong penguatan ekonomi kreatif (ekraf) hingga ke tingkat kecamatan. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), pemerintah daerah mulai menggeser pusat aktivitas ekraf dari kota ke wilayah kecamatan dengan menyiapkan penyelenggaraan event berskala nasional yang dikelola langsung oleh komunitas lokal.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menciptakan pemerataan ruang berkarya sekaligus meningkatkan produktivitas kreator di seluruh Kukar.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan bahwa setiap kecamatan akan mendapatkan intervensi program secara langsung. Ia menegaskan bahwa event yang akan digelar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi agenda reguler yang konsisten berjalan melalui pengelolaan komunitas ekraf setempat. Dengan begitu, aktivitas kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada pemerintah daerah.

Dispar Kukar juga mempersiapkan dua kompetisi karya kreatif berskala nasional yang akan diselenggarakan setiap tahun di tingkat kabupaten. Kompetisi ini menghadirkan ruang bagi pelaku ekraf dari desa dan kelurahan untuk menampilkan produk-produk unggulan mereka, seperti kuliner, kerajinan tangan, seni visual, hingga konsep desain kreatif.

“Setiap karya akan dikurasi untuk memastikan kualitas dan kesiapan tampil di tingkat lebih luas,” ucapnya.

Melalui kompetisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan rasa percaya diri para pelaku ekraf dalam menampilkan karya mereka di hadapan publik dan stakeholder industri kreatif. Zikri menegaskan bahwa apresiasi terhadap karya lokal perlu ditunjukkan secara nyata, sehingga pelaku ekraf dapat memahami nilai dan potensi produknya untuk dikembangkan lebih profesional.

Salah satu fokus utama tahunannya adalah mendorong lahirnya ratusan karya kreatif yang memiliki perlindungan hukum. Dispar Kukar menargetkan sedikitnya 127 HAKI terdaftar setiap tahun sebagai ukuran pergerakan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

“Mulai dari pelaku kriya, kuliner, hingga musisi yang menciptakan karya lagu atau komposisi baru, semuanya akan mendapatkan pendampingan untuk masuk proses pendaftaran HAKI,” ujarnya.

Upaya memperkuat gerakan ekraf kecamatan ini melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah. Dispar menggandeng DPMPTSP, Diskop UKM, Disperindag, dan Disdikbud untuk memperkuat pendampingan, pembinaan usaha, hingga hilirisasi produk kreatif. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat perkembangan ekraf dari hulu ke hilir.

Zikri menegaskan bahwa komunikasi antar-OPD kini sudah berjalan efektif dan terkoordinasi. Dengan prinsip pemerataan ruang kreatif, Pemkab Kukar ingin memastikan setiap kecamatan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menghasilkan karya yang berdaya saing.

“Kami ingin ekraf di seluruh wilayah tumbuh merata tanpa ada yang tertinggal,” tutupnya. (adv/prokomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran Jalan Pesut Kukar, Damkar Kerahkan Tujuh Unit dan Kuasai Api dalam 20 Menit

4 September 2026 - 21:47 WITA

Dana Kurang Salur Rp2,4 Triliun Belum Pasti Cair, Pemkab Kukar Koreksi APBD Perubahan 2026

4 September 2026 - 17:58 WITA

Kasus ISPA di Kukar Melonjak, Tembus 9.075 Kasus Selama Agustus

4 September 2026 - 15:40 WITA

PJJ Mulai Diterapkan Hari Ini di Sejumlah Wilayah Kukar, Sekolah Diberi Fleksibilitas

3 September 2026 - 14:28 WITA

Kukar Berlakukan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP Mulai 3 September Imbas Karhutla dan Kekeringan

2 September 2026 - 18:40 WITA

Kemarau Panjang, Kukar Gelar Salat Istisqa: Bupati Sebut Kekeringan hingga Asap Jadi Ancaman

2 September 2026 - 12:20 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru