okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin serius mendorong penguatan ekonomi kreatif (ekraf) hingga ke tingkat kecamatan. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), pemerintah daerah mulai menggeser pusat aktivitas ekraf dari kota ke wilayah kecamatan dengan menyiapkan penyelenggaraan event berskala nasional yang dikelola langsung oleh komunitas lokal.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menciptakan pemerataan ruang berkarya sekaligus meningkatkan produktivitas kreator di seluruh Kukar.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan bahwa setiap kecamatan akan mendapatkan intervensi program secara langsung. Ia menegaskan bahwa event yang akan digelar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi agenda reguler yang konsisten berjalan melalui pengelolaan komunitas ekraf setempat. Dengan begitu, aktivitas kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada pemerintah daerah.
Dispar Kukar juga mempersiapkan dua kompetisi karya kreatif berskala nasional yang akan diselenggarakan setiap tahun di tingkat kabupaten. Kompetisi ini menghadirkan ruang bagi pelaku ekraf dari desa dan kelurahan untuk menampilkan produk-produk unggulan mereka, seperti kuliner, kerajinan tangan, seni visual, hingga konsep desain kreatif.
“Setiap karya akan dikurasi untuk memastikan kualitas dan kesiapan tampil di tingkat lebih luas,” ucapnya.
Melalui kompetisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan rasa percaya diri para pelaku ekraf dalam menampilkan karya mereka di hadapan publik dan stakeholder industri kreatif. Zikri menegaskan bahwa apresiasi terhadap karya lokal perlu ditunjukkan secara nyata, sehingga pelaku ekraf dapat memahami nilai dan potensi produknya untuk dikembangkan lebih profesional.
Salah satu fokus utama tahunannya adalah mendorong lahirnya ratusan karya kreatif yang memiliki perlindungan hukum. Dispar Kukar menargetkan sedikitnya 127 HAKI terdaftar setiap tahun sebagai ukuran pergerakan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
“Mulai dari pelaku kriya, kuliner, hingga musisi yang menciptakan karya lagu atau komposisi baru, semuanya akan mendapatkan pendampingan untuk masuk proses pendaftaran HAKI,” ujarnya.
Upaya memperkuat gerakan ekraf kecamatan ini melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah. Dispar menggandeng DPMPTSP, Diskop UKM, Disperindag, dan Disdikbud untuk memperkuat pendampingan, pembinaan usaha, hingga hilirisasi produk kreatif. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat perkembangan ekraf dari hulu ke hilir.
Zikri menegaskan bahwa komunikasi antar-OPD kini sudah berjalan efektif dan terkoordinasi. Dengan prinsip pemerataan ruang kreatif, Pemkab Kukar ingin memastikan setiap kecamatan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menghasilkan karya yang berdaya saing.
“Kami ingin ekraf di seluruh wilayah tumbuh merata tanpa ada yang tertinggal,” tutupnya. (adv/prokomkukar/atr)








