okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sampai saat ini Ibu Kota Nusantara (IKN) diketahui masih mengandalkan waduk atau bendungan, untuk menunjang kebutuhan air bersih. Oleh karena itu, Sungai Mahakam diusulkan untuk bisa menjadi alternatif kebutuhan pemenuhan air baku IKN.
Hal ini didasari karena diperkirakan bakal ada lonjakan sebanyak 1,5 juta jiwa yang bakal berpindah ke IKN Nusantara. Maka dari itu, kebutuhan dasar seperti air bersih pun harus segera diimbangi.
“Sebab, air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang memang wajib disediakan, dan itu jelas ada di Kukar dengan menggunakan Sungai Mahakam,” ucap Dirut Perumda Tirta Mahakam, Suparno.
Suparno mengutarakan, aliran Sungai Mahakam berjarak sekitar 70 kilometer. Dan ini sudah berdasarkan diskusi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, dan sudah ada beberapa tempat yang dinilai layak untuk dijadikan intake. Seperti Desa Senoni, Desa Sanggulan dan Kecamatan Loa Kulu.
Di sisi lain, air Sungai Mahakam juga tidak pernah mengalami surut dan kering walaupun diambil sampai 2.000 liter per detik. “Ini jelas potensi air baku yang siap digunakan. Mengenai bagaimana mengelola dengan water treatment ini, bisa dikaji dengan tim teknis,” tutupnya. (atr/ob1/ef)










