Menu

Mode Gelap

Advertorial · 14 Okt 2025 19:34 WITA

Tas Belanja Sendiri Jadi Simbol Gerakan Kurangi Kantong Plastik di Maluhu


Tas belanja kain menjadi alternatif ramah lingkungan yang kini mulai digunakan warga Maluhu untuk kurangi kantong plastik sekali pakai. (Ilustrasi) Perbesar

Tas belanja kain menjadi alternatif ramah lingkungan yang kini mulai digunakan warga Maluhu untuk kurangi kantong plastik sekali pakai. (Ilustrasi)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Di Kelurahan Maluhu, kebiasaan membawa tas belanja sendiri kini menjadi pemandangan yang mulai akrab di warung dan pasar. Bagi warga setempat, langkah sederhana ini bukan sekadar kebiasaan baru, melainkan simbol komitmen untuk ikut dalam gerakan bersama kurangi kantong plastik.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, mengatakan perubahan kecil seperti ini lahir dari kesadaran warga yang semakin peduli terhadap dampak sampah plastik. Ia menyebut, gerakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program pengurangan sampah plastik di Kutai Kartanegara.

“Kami dorong masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri dan mengurangi plastik sekali pakai. Ini langkah kecil, tapi efeknya besar bagi lingkungan,” ujarnya kepada okeborneo.com beberapa waktu lalu.

Tri Joko menjelaskan, pihak kelurahan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah toko dan pelaku usaha agar lebih konsisten menerapkan kebijakan ramah lingkungan. Beberapa toko kini mulai mengurangi distribusi kantong plastik, bahkan ada yang memberi potongan harga bagi pelanggan yang membawa wadah sendiri.

“Ini bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari sekitar kita. Ketika toko dan pembeli saling mendukung, kebiasaan baru akan tumbuh,” tambahnya.

Selain mendorong pelaku usaha, Kelurahan Maluhu juga mengedukasi masyarakat melalui sekolah-sekolah. Anak-anak diajak membawa tumbler dan wadah makan pribadi sebagai bagian dari pembiasaan sejak dini untuk mengurangi limbah plastik.

“Kami ingin kebiasaan ini tertanam sejak kecil. Kalau anak-anak sudah terbiasa, mereka akan tumbuh dengan kesadaran menjaga lingkungan,” kata Tri Joko.

Menurutnya, plastik sekali pakai menjadi ancaman serius karena membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Dengan mengubah kebiasaan belanja dan konsumsi, masyarakat bisa berkontribusi langsung terhadap lingkungan yang lebih bersih.

“Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Setiap tas kain yang dipakai berarti satu kantong plastik terselamatkan dari tempat sampah,” tegasnya.

Gerakan ini sejalan dengan kampanye Menuju Indonesia Bersih 2025 yang digencarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pemerintah daerah, termasuk DLHK Kukar, terus mendorong kolaborasi antarinstansi, sekolah, dan masyarakat agar perubahan perilaku ini menjadi budaya baru di Kukar.

Dengan semangat gotong royong, warga Maluhu membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tak selalu dimulai dari proyek besar. Terkadang, cukup dari satu langkah kecil: membawa tas belanja sendiri. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan