okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Tumpukan kantong plastik, botol bekas, dan sampah rumah tangga yang biasanya dianggap masalah, di TPS3R Barokah Loa Kulu justru diubah menjadi bahan pembelajaran. Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) ini kini berkembang menjadi ruang edukasi lingkungan, khususnya bagi pelajar.
Sebanyak 30 siswa SMA Negeri 1 Tenggarong baru-baru ini mengunjungi lokasi. Mereka terdiri dari 18 siswa kelas X-6 dan 12 siswa kelas X-7. Kegiatan kokurikuler itu berfokus pada observasi langsung proses pengelolaan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, yang hadir mendampingi, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. “Masalah sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Harus ada kesadaran bersama, termasuk dari pelajar,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).
Para siswa kemudian mendapat penjelasan dari Ketua TPS3R Barokah, Muhammad Fadli, yang memaparkan alur pengelolaan. Proses dimulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah organik maupun anorganik agar tidak menumpuk di lingkungan. “Kami ingin memberikan contoh bahwa sampah rumah tangga bisa dikelola lebih baik,” katanya.
Dalam sesi praktik, siswa diperkenalkan pada mesin pencacah organik, alat pemilah, hingga metode sederhana daur ulang plastik. Edukasi ini membantu mereka memahami konsep reduce, reuse, recycle dengan cara yang lebih aplikatif.
Guru pendamping SMA Negeri 1 Tenggarong, Dorce, menilai kegiatan ini penting untuk memperluas wawasan siswa. “Dengan belajar langsung di lapangan, anak-anak bisa lebih peduli dan berkontribusi nyata,” ujarnya.
DLHK Kukar berharap, melalui edukasi semacam ini, lahir generasi muda yang lebih sadar ekologis. TPS3R Barokah pun tampil sebagai contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah bisa menjadi sarana pembelajaran dan perubahan perilaku menuju gaya hidup ramah lingkungan. (adv/dlhkkukar/atr)








