okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian serius memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah. Dalam satu dekade terakhir, Pemkab Kukar melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus menggencarkan berbagai program dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan.
Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025).
“Program pertanian dalam arti luas kini menjadi fokus utama pemerintah daerah. Beragam kegiatan dilakukan, termasuk pemenuhan kebutuhan alat dan mesin pertanian agar petani semakin mudah mengelola lahannya,” ujar Taufik.
Pertanian Jadi Prioritas Pembangunan Kukar
Menurutnya, Pemkab Kukar kini menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas strategis setelah cukup lama kehidupan petani terpinggirkan oleh dominasi sektor ekstraktif. Melalui pendekatan baru, Distanak Kukar melakukan transformasi besar-besaran untuk membangun sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
“Transformasi besar ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kepemimpinan yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan,” jelas Taufik.
Ia menegaskan, kesadaran bahwa kedaulatan pangan adalah fondasi kedaulatan negara menjadi arah kebijakan Pemkab Kukar yang kini lebih berpihak kepada petani, lahan produksi, dan penerapan teknologi modern.
“Apa yang dilakukan pemerintah saat ini bukan sekadar merespons situasi krisis, tapi membangun fondasi jangka panjang menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Fokus pada Efisiensi, Keadilan, dan Inovasi
Distanak Kukar, kata Taufik, tidak hanya berfokus pada peningkatan manajemen pertanian, tetapi juga pada kepemimpinan dan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ia menilai, produksi pertanian yang tinggi harus sejalan dengan distribusi yang efisien dan tata niaga yang adil.
“Produksi yang tinggi saja tidak cukup. Harus ada sistem distribusi yang baik dan insentif nyata bagi petani agar hasil kerja mereka benar-benar bernilai,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani agar mampu berdaya saing di tengah tantangan global. Pemerintah, lanjutnya, perlu memperluas akses terhadap teknologi, riset, dan inovasi, sekaligus memastikan adanya kebijakan harga yang melindungi pasar lokal.
Kukar Menuju Lumbung Pangan Berkelanjutan
Lebih jauh, Taufik menyebut bahwa dengan kerja yang konsisten dan dukungan semua pihak, Kukar berpeluang besar mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan utama Kalimantan Timur.
“Jika semua ini berjalan konsisten, Kutai Kartanegara bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tapi juga menjadi pemasok utama bagi wilayah lain di Kalimantan,” ujarnya optimistis.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian Kukar kini tengah berada dalam momentum penting yang tidak boleh berhenti. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani harus terus dijaga agar transformasi menuju pertanian modern benar-benar memberikan dampak nyata.
“Tugas kita sekarang menjaga momentum ini agar tidak berhenti di tengah jalan. Kukar harus terus tumbuh sebagai daerah pertanian yang tangguh, mandiri, dan berdaulat pangan,” tutupnya. (adv/distanakkukar/atr)








