Menu ✖

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 7 Jan 2026 12:46 WITA

Wabup Kukar Tinjau Hydrant Kering, Fokus Cegah Kebakaran di Kawasan Padat


 Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin meninjau lokasi penerapan hydrant kering di Jalan Kartini, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin meninjau lokasi penerapan hydrant kering di Jalan Kartini, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin meninjau langsung penerapan hydrant kering yang menjadi proyek percontohan pertama di wilayah Kukar. Peninjauan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja harian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat.

Rendi menjelaskan, selama ini sejumlah hydrant masih mengandalkan tekanan air dari PDAM. Sistem tersebut dinilai berisiko karena dapat merusak jaringan perpipaan rumah warga. Oleh karena itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar menggagas penggunaan hydrant kering yang lebih aman dan efektif.

“Ini pilot project pertama di Kutai Kartanegara. Hydrant kering sudah banyak digunakan di kota-kota besar dan insyaallah akan kita terapkan secara bertahap, termasuk di wilayah kampung yang tersebar di 20 kecamatan,” ujar Rendi.

Menurutnya, keberadaan hydrant kering sangat dibutuhkan, terutama di wilayah kampung dengan akses jalan sempit. Kondisi tersebut kerap menyulitkan petugas ketika harus menangani kebakaran atau musibah lainnya karena kendaraan pemadam tidak selalu bisa menjangkau lokasi kejadian.

Rendi juga menyinggung masih adanya kampung-kampung yang masuk kategori kumuh di Kukar. Ia menegaskan, penetapan status kampung kumuh tidak sepenuhnya ditentukan pemerintah daerah, melainkan melalui pembaruan data tahunan dengan berbagai indikator, seperti sanitasi dan kondisi lingkungan.

“Saat ini ada lebih dari 30 titik kampung kumuh di Kukar. Dalam satu desa bisa ada satu atau dua titik, dan wilayah inilah yang menjadi perhatian karena sangat rawan jika terjadi kebakaran,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Pemkab Kukar sebenarnya telah memiliki empat unit mesin hydrant kering. Namun, kendala utama saat ini adalah biaya pipanisasi yang cukup besar, sehingga pemasangannya belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Kami akan mengupayakan pipanisasi secara bertahap, dimulai dari wilayah perkotaan terlebih dahulu. Harapannya, sistem ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan masyarakat,” pungkas Rendi. (atr)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tak Cukup Terangi Pusat Desa, Pemkab Kukar Sasar Permukiman Terpencil Lewat PLTS Komunal

30 Oktober 2026 - 21:26 WITA

Aulia Ingin Kekayaan Alam Kukar Beri Manfaat Lebih Besar bagi Daerah

30 Oktober 2026 - 20:48 WITA

Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur, Pemkab Kukar Prioritaskan Akses Pendidikan dan Kesehatan

30 Oktober 2026 - 19:55 WITA

Sekda Kukar Dorong Kolaborasi Korpri dan PWRI, Pensiunan ASN Tetap Aktif di Masyarakat

29 Oktober 2026 - 17:48 WITA

Sunggono Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Anggota KORPRI Kukar

29 Oktober 2026 - 13:43 WITA

Maknai Sumpah Pemuda, Ahmad Yani Ajak Generasi Muda Bersatu Bangun Kukar

29 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Trending di Advertorial