Menu

Mode Gelap

Home · 31 Jan 2024 17:44 WITA

Warga Dusun Sukodadi di Mangkurawang Tolak Tambang Ilegal Beroperasi di Kawasan Pertanian


Warga Dusun Sukodadi di Mangkurawang Tolak Tambang Ilegal Beroperasi di Kawasan Pertanian Perbesar

Aksi Demo warga di Dusun Sukodadi (angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Ditengah panas matahari yang panas, ratusan emak-emak di Dusun Sukodadi, Kawasan Spontan, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. Melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut ditutup nya lokasi tambang ilegal yang beroperasi di wilayah mereka.

Aksi tambang ilegal yang beroperasi di Dusun Sukodadi mencakup empat rukun tetangga diantaranya, RT 14,15,16, dan 17 yang terdampak langsung atas adanya penggalian lahan tambang.

Dengan adanya penambangan ilegal dinilai dapat mengancam sejumlah lahan pertanian milik warga sekitar yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari areal pertambangan. Yang mana beberapa petani sudah mengalami atas dampak yang diperbuat oleh para penambang.

Dalam melakukan aksinya, sejumlah emak-emak mendapati tiga unit alat berat jenis excavator dari dua tempat berbeda yang terparkir rapi di areal pertambangan dengan empat drum berisikan bahan bakar solar yang akan dipergunakan untuk menambang.

Koordinator Aksi di lapangan (Korlap) , Fathurahman mengatakan sudah ada sawah yang terdampak dari aksi penggalian tambang ini. Luasnya kurang lebih setengah hektare milik anggota kelompok tani.

Dampaknya sawah banjir, lumpur dari limbah. bergandengan sawah dan tambang. karena hujan deras selama tiga bulanan. sawahnya kering, tidak bisa ditanami, “ujarnya.

Setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah RT yang terdampak. Masyarakat bersepakat bahwa hari ini pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menghentikan tambang ilegal di wilayah mereka.

“Karena lahan yang ditambang ada di atas perbukitan, dan bisa dikatakan 80% warga sini mata usahanya adalah pertanian. Kemudian sawah disini, dari luasannya hampir 200 hektare. Yang produktif hanya 40% saja. Karena dia mengandalkan tadah hujan, kalau ini ditambang, dampaknya luar biasa. Sumur bisa kering, hujan menimbulkan banjir. Tapi yang paling penting adalah lahan pertanian kami, “ucapnya dengan nada keras.

Fathur menilai sangat tidak elok jika ingin mewujudkan menciptakan lumbung pangan namun lahan pertanian malah dihancurkan. Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah terkait untuk segera bertindak untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal yang meresahkan petani.

“Apalagi kita punya wacana pemekaran desa mangkurawang darat. Ketika dimekarkan yang kita banggakan ini adalah pertanian, tapi kalau lokasi tambang masih merajalela, warga kita tidak sejahtera. Yang dulu bisa jual beras, beberapa tahun ke depan malah beli beras, “tegasnya.

Ia berjanji jikalau tanggapan mereka tidak diindahkan oleh pihak terkait. Maka pihaknya bakal kembali melakukan aksi yang lebih besar dari hari ini. Dengan ini masyarakat akan langsung membuat laporan perihal tentang perusakan lingkungan.

“Kita buat laporan ke perusakan lingkungan. Apapun akan kita lakukan, karena ini masalah perut orang banyak. Kita mengandalkan pertanian, kalau rusak, sama saja kita memiskinkan warga kami. Kita Bismillah saja, yang kami lakukan adalah mempertahankan hajat hidup kami, “urainya.

Sementara itu, Camat Tenggarong , Sukono yang juga hadir di lokasi aksi demo didampingi perwakilan Danramil dan Polsek, mengatakan pihaknya melakukan mediasi di lokasi dengan para pendemo dengan para penambang ilegal.

“Sudah ada kesepakatan bahwasanya penambang ini diberi waktu untuk menyelesaikan dan menutup lubang yang ada, setelah itu tidak ada lagi yang namanya kegiatan tambang menambang di wilayah RT 14,15,16 dan 17,” sebut Sukono.

Sukono menyebutkan pihak penambang akan berjanji akan segera memperbaiki apa yang telah mereka perbuat dengan melakukan penimbunan kembali terhadap lubang-lubang yang sudah digali.

“Jadi kesepakatan seperti itu hari ini penambang bekerja untuk mengembalikan yang ada dikasih waktu lima hari. Kalau sudah selesai ya keluar para penambang, “tutup Sukono.(atr)

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hangatnya Bukber Kesahmati Samarinda,Tetap Solid Sejak 2010

14 Maret 2026 - 04:07 WITA

Gulma Mengganas di Desa Pela, Nelayan Terhenti dan Habitat Pesut Terancam

17 Januari 2026 - 15:43 WITA

gulma Desa Pela

Disperindag Kukar Mulai Penempatan Pedagang Pasar Baru, Target Penuh Saat Peresmian

18 Desember 2025 - 18:54 WITA

penempatan pedagang Pasar Baru Kukar

Empat Calon Ketua PWI Kukar Resmi Mendaftar, Konferkab Digelar 28 Desember 2025

18 Desember 2025 - 18:45 WITA

PWI Kukar

Satu Tahanan Anak Masih Dicari, Tiga Lainnya Sudah Berhasil Ditangkap Petugas Lapas Tenggarong

11 Desember 2025 - 12:52 WITA

Lapas tenggarong

DPC PDIP Kukar Resmi Miliki Nahkoda Baru, H. Rendi Solihin Ditunjuk sebagai Ketua

9 Desember 2025 - 09:24 WITA

Trending di Home