Menu

Mode Gelap

Advertorial · 23 Okt 2025 19:53 WITA

Warga Kukar Didorong Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos


Kadis LHK Kukar Slamet Hadiraharjo memberikan imbauan agar masyarakat mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kadis LHK Kukar Slamet Hadiraharjo memberikan imbauan agar masyarakat mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Volume sampah rumah tangga di Kutai Kartanegara terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar mengajak warga berperan aktif mengolah sampah rumah tangga jadi kompos, agar beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Menurutnya, limbah organik seperti sisa makanan dan daun kering bisa diubah menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi lingkungan.

“Kami mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk mengolah limbah organik menjadi kompos di rumah masing-masing,” ujarnya.

Slamet menjelaskan, proses pembuatan kompos cukup mudah. Warga dapat menggunakan alat sederhana seperti ember atau drum bekas yang difungsikan sebagai komposter. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di halaman rumah atau dijual sebagai tambahan pendapatan.

“Selain ramah lingkungan, kompos juga memiliki nilai ekonomi. Ini bisa menjadi kebiasaan positif di masyarakat,” tambahnya.

DLHK Kukar menilai, kebiasaan mengolah sampah organik menjadi kompos mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Jika dilakukan secara masif, pola ini akan membantu memperpanjang umur TPA dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“Kalau setiap rumah tangga melakukan hal ini, jumlah sampah ke TPA bisa berkurang drastis,” jelas Slamet.

Ia menegaskan, pengelolaan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah. Kesadaran individu menjadi kunci dalam mewujudkan gaya hidup berkelanjutan di Kukar. DLHK berencana memperluas edukasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui kegiatan sosialisasi di tiap kecamatan agar partisipasi warga semakin meningkat.

“Gerakan kecil dari rumah bisa memberi dampak besar bagi bumi,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Kukar Dorong Keringanan Tunggakan Sewa Eks Tanjung Mangkurawang

22 Juni 2026 - 16:34 WITA

Eks Tanjung Mangkurawang

52 Tim Ikuti Kapolres Kukar Cup Mobile Legends 2026, IESPA Jaring Atlet Muda

20 Juni 2026 - 21:33 WITA

Kapolres Kukar Cup Mobile Legends 2026

Demokrat Kukar Tiga Periode Tanpa Kursi, DPP Dengarkan Paparan Kandidat Ketua

20 Juni 2026 - 21:05 WITA

Ketua Komisi II DPR RI Siap Fasilitasi Persoalan Lahan Warga di Kawasan IKN

19 Juni 2026 - 20:57 WITA

lahan warga terdampak IKN

Ponpes di Kukar Direkomendasikan Ditutup, Hak Pendidikan Santri Tetap Dijamin

19 Juni 2026 - 18:49 WITA

Ponpes Kukar

Aksi Mahasiswa di Simpang Mahakam Sempat Hambat Lalu Lintas

19 Juni 2026 - 09:50 WITA

Aksi Jembatan Mahakam Samarinda
Trending di Pos-pos Terbaru