Menu ✖

Mode Gelap

DLHK Kutai Kartanegara · 18 Sep 2025 16:52 WITA

Warga RT 18 Loa Ipuh Kelola Bank Sampah, Dapat Dukungan Pemuda dan Kelurahan


Ketua Badan Pengelola Bank Sampah Rotok Etam, Fauzi Ramadhan Pikri (kanan), bersama pengurus menunjukkan gerobak pengangkut sampah warga RT 18 Loa Ipuh, Tenggarong. (Angga/Okeborneo.com) Perbesar

Ketua Badan Pengelola Bank Sampah Rotok Etam, Fauzi Ramadhan Pikri (kanan), bersama pengurus menunjukkan gerobak pengangkut sampah warga RT 18 Loa Ipuh, Tenggarong. (Angga/Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di RT 18 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, tumpukan sampah rumah tangga tak lagi menjadi pemandangan yang meresahkan. Warga setempat menemukan cara kreatif untuk mengatasinya melalui Bank Sampah Rotok Etam, sebuah program berbasis gotong royong yang dikelola para pemuda setempat.

Ketua Badan Pengelola Bank Sampah Rotok Etam, Fauzi Ramadhan Pikri, mengatakan gagasan ini muncul dari kesepakatan warga yang muak dengan menumpuknya sampah. “Cukup mengurangi karena saat ini sampah menjadi masalah bagi setiap wilayah mana saja. Makanya kami bersama warga bersepakat untuk membentuk bank sampah,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Bank sampah ini tidak hanya berfungsi mengurangi timbunan sampah. Warga juga mendapatkan keuntungan ekonomi dari sistem tabungan sampah. Setiap sampah yang memiliki nilai jual, seperti plastik dan logam, ditimbang lalu dicatat sebagai saldo. “Hadirnya bank sampah memberi banyak keuntungan, mulai dari kebersihan lingkungan hingga tambahan pemasukan,” tambah Fauzi.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dukungan semakin kuat karena pengelola bank sampah mayoritas adalah pemuda yang dianggap kreatif dan mandiri. “Yang aktif di bank sampah merupakan para pemuda yang kreatif dan mandiri sehingga mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Selain itu kami juga mendapat dukungan dari Kelurahan Loa Ipuh,” kata Fauzi.

Selain itu, program ini juga menjadi ruang edukasi bagi warga. Mereka sudah terbiasa memilah sampah organik, plastik, hingga non-organik lainnya sebelum diangkut dan diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Kebiasaan ini perlahan membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan mereka.

Fauzi berharap langkah kecil yang dimulai dari RT 18 dapat menjadi inspirasi. “Kalau masyarakat kompak, bukan hanya sampah berkurang, tapi juga ada manfaat ekonomi yang bisa dirasakan bersama,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Kukar Siapkan Rp10 Miliar untuk Fasilitas Pendukung

5 Oktober 2026 - 21:40 WITA

Usai Tampil di Erau 2026, 350 Penari Terima Honor Rp1,4 Juta

5 Oktober 2026 - 21:22 WITA

HUT ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Bersama Jajaran TNI

5 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Kebakaran Besar di Danau Aji Tenggarong, Puluhan Bangunan Dilaporkan Terbakar

5 Oktober 2026 - 21:17 WITA

KAHMI Kukar Perkuat Soliditas dan Sinergi Pembangunan di Milad ke-60

4 Oktober 2026 - 15:24 WITA

Arbizz Space Diluncurkan, Aulia Harap Jadi Pusat Aktivitas UMKM dan Rekreasi di Kukar

4 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Trending di Advertorial