Menu

Mode Gelap

DLHK Kutai Kartanegara · 18 Sep 2025 16:49 WITA

Warga RT 18 Loa Ipuh Kelola Bank Sampah, Lingkungan Lebih Bersih dan Warga Dapat Keuntungan


Papan nama Bank Sampah Rotok Etam yang dikelola warga RT 18 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kukar. (Angga/Okeborneo.com) Perbesar

Papan nama Bank Sampah Rotok Etam yang dikelola warga RT 18 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kukar. (Angga/Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di RT 18 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, sampah rumah tangga tak lagi hanya dipandang sebagai beban. Melalui Bank Sampah Rotok Etam, warga setempat mengubahnya menjadi sumber kebersihan sekaligus tabungan ekonomi. Inisiatif yang digerakkan secara mandiri ini kini menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian lingkungan dapat berjalan seiring dengan manfaat finansial bagi masyarakat.

Ketua Badan Pengelola Bank Sampah Rotok Etam, Fauzi Ramadhan Pikri, menyebut gerakan ini berangkat dari keresahan bersama atas menumpuknya sampah yang kerap mencemari lingkungan. “Latar belakangnya itu untuk membantu membersihkan lingkungan, karena kami juga sekaligus ada program pemungutan sampah di tingkat RT dengan sistem pengambilannya setiap malam,” jelas Fauzi, Kamis (18/9/2025).

Sistem pengambilan malam hari dipilih untuk memudahkan warga. Saat sebagian besar aktivitas sudah mereda, petugas bank sampah berkeliling dari rumah ke rumah mengambil sampah yang sudah dipilah. “Jenis sampahnya itu sebenarnya sudah kami informasikan ke setiap warga untuk bisa memilah terlebih dahulu, seperti jenis plastik atau non organik dan organik. Setelah semua dipilah-pilah kemudian kami kirim ke DLHK Kukar,” tambah Fauzi.

Selain mengurangi timbunan sampah, program ini juga menghadirkan manfaat ekonomi. Sampah non organik yang memiliki nilai jual ditimbang dan dicatat sebagai saldo tabungan. Dengan sistem ini, warga bisa mendapatkan keuntungan dari kebiasaan sederhana membuang sampah secara benar.

Program Bank Sampah Rotok Etam mendapat respon positif dari warga RT 18. Tidak hanya meringankan beban pengelolaan sampah rumah tangga, kegiatan ini juga sekaligus menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk terbiasa memilah dan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

Fauzi berharap program yang kini berjalan di tingkat RT dapat diperluas. “Ke depan kami ingin program ini diperluas hingga tingkat kelurahan. Dengan begitu, lingkungan semakin sehat, dan masyarakat juga bisa lebih sejahtera dengan adanya manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Raperda Pariwisata Kukar Diminta Pastikan Warga Sekitar Destinasi Ikut Sejahtera

2 Juni 2026 - 18:15 WITA

Raperda Pariwisata Kukar

Lakon “Ibu Negara” Hadirkan Raja Mirip Prabowo, MetaKarsa Bawa Kegelisahan Sosial ke Panggung

2 Juni 2026 - 18:09 WITA

Ibu Negara

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Kukar Cegah Tumpang Tindih Bantuan Gizi

1 Juni 2026 - 18:09 WITA

transfer pusat Kukar

PAD Kukar Baru Diproyeksi Rp800 Miliar, Aulia Bidik Potensi Pajak Baru

1 Juni 2026 - 18:03 WITA

PAD Kukar

Dari Kontes Motor, Greyfit Modifest 2026 Dorong Ekosistem Otomotif Lokal

1 Juni 2026 - 13:32 WITA

Greyfit Modifest 2026

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Pemkab Kukar Tahan Sejumlah Kegiatan

30 Mei 2026 - 15:57 WITA

transfer pusat
Trending di Pemerintahan