Menu

Mode Gelap

Advertorial · 15 Okt 2025 16:09 WITA

Warga Suka Maju Tukar Sampah Jadi Sembako Lewat Program Bank Sampah Sukamaju


Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, saat diwawancarai di kegiatan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, saat diwawancarai di kegiatan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, sampah bukan lagi sekadar limbah rumah tangga. Melalui Bank Sampah Sukamaju, warga kini bisa menabung sampah dan menukarnya dengan kebutuhan pokok—sebuah inovasi ekonomi sirkular yang berjalan konsisten sejak 2018.

Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, menjelaskan, sistem tabungan ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Warga mengumpulkan sampah rumah tangga, menukarnya dengan poin, lalu menebusnya dalam bentuk bahan pokok seperti beras, gula, minyak, atau kue.

“Setiap periode tertentu, hasil tabungan sampah bisa ditukar dengan sembako sesuai keinginan nasabah. Biasanya paling ramai menjelang hari-hari besar keagamaan,” ujar Yayuk.

Uniknya, jika nilai tabungan sampah belum cukup untuk menutupi harga barang, kekurangannya tidak boleh dibayar dengan uang tunai.

“Kekurangannya wajib dibayar dengan sampah lagi pada periode berikutnya. Tujuannya agar masyarakat tetap semangat mengumpulkan sampah,” jelasnya.

Kini, Bank Sampah Sukamaju memiliki 365 nasabah aktif dari Desa Suka Maju dan sekitarnya. Mereka rutin menyetorkan botol plastik, kertas bekas, logam, hingga minyak jelantah yang kemudian ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan.

“Setiap setoran sampah punya nilai tersendiri. Dari hasil itu, warga bisa memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari tanpa uang tunai,” ujar Yayuk.

Program ini terbukti meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya memilah dan mendaur ulang sampah. Selain menjaga kebersihan lingkungan, keberadaan gerakan ini juga menjadi solusi ekonomi mikro di tingkat desa.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah nasabah bertambah. Artinya kesadaran masyarakat ikut tumbuh,” katanya.

Bagi Yayuk, keberhasilan Bank Sampah Sukamaju adalah bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil di rumah. “Sampah bisa jadi berkah. Kalau dikelola dengan benar, hasilnya terasa langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan