okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Suasana pagi di Waduk Panji, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, tampak berbeda. Ratusan warga, pelajar, dan ASN memenuhi kawasan itu membawa kantong sampah dan alat kebersihan. Mereka menjadi bagian dari aksi World Clean Up Day 2025, yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, Sabtu (11/10/2025).
Kegiatan ini terpusat di tiga titik utama: Waduk Panji, Stadion Rondong Demang, dan Jalan Beringin. Aksi serentak tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, lembaga pendidikan, perangkat daerah, hingga komunitas lingkungan.
Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan kegiatan World Clean Up Day 2025 merupakan agenda tahunan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
“Secara nasional, WCD jatuh pada 20 September, tetapi pemerintah pusat memberi tenggang waktu dari 15 September hingga 15 Oktober. Ini agar daerah dapat menyesuaikan jadwal sesuai kondisi lapangan,” ujarnya.
Menurut Slamet, momentum ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan ajakan untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah. “Gerakan ini harus jadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan. Tujuan akhirnya adalah membangun gaya hidup bersih dan peduli lingkungan,” tegasnya.
DLHK Kukar juga mendorong setiap kecamatan, desa, dan sekolah melaksanakan kegiatan serupa selama masa tenggang waktu pelaksanaan. Hal ini bertujuan agar semangat kebersihan tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi menyebar ke seluruh wilayah Kukar.
Pelaksanaan WCD 2025 turut mendapat dukungan dari surat edaran Sekretaris Daerah Kukar, yang mengimbau seluruh instansi, lembaga, dan sekolah menggelar aksi bersih lingkungan di wilayah masing-masing.
“Partisipasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan sudah mulai tumbuh menjadi gerakan bersama,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan. Dengan kolaborasi tersebut, upaya menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah dapat berjalan berkelanjutan.
“Melalui peringatan World Clean Up Day 2025, kami ingin menanamkan semangat tanggung jawab terhadap bumi. Tujuan akhirnya agar Kutai Kartanegara menjadi daerah yang bersih, sehat, dan lestari,” tutup Slamet Hadiraharjo. (adv/dlhkkukar/atr)








