okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Kecamatan Sebulu tercatat memiliki 155 kelompok tani yang tersebar di 14 desa. Semua kelompok tersebut aktif dan sudah tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) dengan pola satu desa satu gapoktan.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sebulu, Iwan Setiawan, menyebut sektor pertanian di wilayahnya secara umum berjalan baik. Namun, ia menyoroti keterbatasan jumlah penyuluh yang masih jauh dari ideal.
“Sampai hari ini ada 155 kelompok tani, semuanya sudah terbentuk dan aktif. Tapi dari 14 desa, hanya ada 6 penyuluh. Jadi beberapa penyuluh harus merangkap, ada yang membina sampai 3 desa,” kata Iwan.
Menurut Iwan, kondisi ini perlu menjadi catatan penting ke depan. Ia berharap program “satu desa satu penyuluh” bisa segera terealisasi agar kinerja pendampingan lebih maksimal.
“Idealnya memang satu desa satu penyuluh supaya program pendampingan pemerintah bisa berjalan baik. Apalagi Sebulu ini punya potensi besar, tidak hanya tanaman pangan tapi juga komoditas lain,” ujarnya.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








