Menu

Mode Gelap

Pariwisata · 14 Agu 2023 12:34 WITA

Dilanda Kekeringan, Danau Semayang Justru Jadi Pusat Destinasi Dadakan Karena Sajikan Keindahan Alam


Dilanda Kekeringan, Danau Semayang Justru Jadi Pusat Destinasi Dadakan Karena Sajikan Keindahan Alam Perbesar

Lokasi Danau Semayang yang sudah menghijau (angga/okeborneo.com)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA- Dibeberapa wilayah di Kalimantan Timur sampai saat ini masih di landa kekeringan yang disebabkan oleh fenomena el nino, sehingga menyebabkan beberapa aliran Sungai Mahakam hingga danau mengering di beberapa titik.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau bakal berlangsung sampai Oktober. Walaupun dilanda kekeringan yang sangat panjang, hal tersebut justru menjadi keuntungan tersendiri bagi Desa Pela yang dikelilingi oleh Danau Semayang.

Pasalnya , Danau seluas kurang lebih 13ribu hektare yang mengering ini telah menjadi sebuah padang rumput hijau yang sangat luas. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh Pokdarwis dan Pemdes Pela sebagai tempat destinasi wisata musiman.

“Danau Semayang mulai mengering pada bulan Juli kemudian pada Agustus rumput hijau mulai bermunculan . Pasalnya terakhir muncul ke permukaan itu pada tahun 2018 silam , maka dari itu kami manfaatkan ini sebagai tempat wisata dan di buka untuk umum,” sebut Kepala Desa Pela , Supyan Noor, Sabtu (12/8/2023).

Supyan menuturkan, Danau Semayang ini terbilang sangat sederhana. Akan tetapi, memiliki panorama alam yang sangat indah. Bahkan ,kata dia, video yang diunggah di social media beberapa waktu pun menjadi viral di jagat maya sehingga menjadi perbincangan banyak masyarakat.

Berkat viral nya video tersebut , jumlah kunjungan di Danau Semayang melonjak tajam. Tentunya dengan adanya jumlah kenaikan wisatawan , Supyan mengajak para nelayan yang memiliki ketinting untuk mengambil kesempatan tersebut untuk mengantarkan pengunjung ke Danau Semayang dengan biaya terjangkau .

“Hanya dengan Rp 20 ribu, Pela menyediakan kapal penyebrangan untuk mencapai padang rumput ini. Mulai dari berangkat hingga pulang, wisatawan hanya perlu menunggu di dermaga Desa Liang Ulu, Kota Bangun. Kapal ini tersedia untuk pulang pergi. Ada juga opsi lain seperti sewa kapal dengan harga Rp 400 ribu,” jelasnya.

Untuk kunjungan perharinya, Supyan mengaku bisa mencapai 500 wisatawan yang berasal dari berbagai daerah seperti Kutai Timur, Balikpapan, Kutai Barat hingga Samarinda. Agar dapat menunjang wisata musiman lebih menarik, pihaknya turut menghadirkan spot foto dan tempat sampah yang ditempatkan dibeberapa titik.

“Kami juga bakal merencanakan membuka camping setelah HUT Kemerdekaan sembari melengkapi keperluan yang memang perlukan selama danau ini masih kering,” tandasnya. (atr)

Artikel ini telah dibaca 228 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aulia Sambut Keterlibatan Rita dan Edi Benahi Fasilitas Publik Kukar

27 Agustus 2026 - 15:25 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Pesut yang Menepi dan Karpet Hijau yang Menghipnotis di Dasar Danau Semayang

18 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Efisiensi Anggaran, Dispar Kukar Prioritaskan Erau dan Evaluasi Agenda Wisata 2026

10 Juli 2026 - 15:15 WITA

Erau 2026

Anggaran Daerah Tertekan, Erau 2026 Tetap Jalan Lewat Hibah ke Kesultanan

2 Juli 2026 - 16:34 WITA

erau 2026 kukar

Warisan Kutai Masih Bertahan, Festival Nutuk Beham Resmi Dibuka di Kedang Ipil

23 April 2026 - 22:19 WITA

Festival nutuk beham
Trending di Pariwisata