Menu

Mode Gelap

Pariwisata · 23 Apr 2026 22:19 WITA

Warisan Kutai Masih Bertahan, Festival Nutuk Beham Resmi Dibuka di Kedang Ipil


Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama unsur pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat berfoto usai membuka Festival Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kamis (23/4/2026). (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama unsur pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat berfoto usai membuka Festival Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kamis (23/4/2026). (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Festival Budaya Nutuk Beham resmi dibuka di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara, Kamis (23/4/2026). Tradisi warisan Kutai Adat Lawas ini menjadi wujud syukur atas hasil panen sekaligus upaya menjaga budaya leluhur yang masih bertahan hingga kini.

Pembukaan festival dilakukan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri dan turut dihadiri Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam festival tersebut, masyarakat kembali menampilkan rangkaian proses Nutuk Beham yang menjadi ciri khas tradisi ini. Kegiatan dimulai dari menyangrai atau memanaskan padi menggunakan tungku berbahan kayu bakar, lalu dilanjutkan dengan menumbuk padi secara bersama-sama menggunakan lesung hingga menghasilkan beras siap olah.

Suara tumbukan lesung yang bersahutan dan aktivitas warga yang bergotong royong menjadi pemandangan khas dalam pelaksanaan tradisi tersebut.

Dalam sambutannya, Aulia Rahman Basri menegaskan Nutuk Beham bukan sekadar seremoni budaya, tetapi bagian dari identitas masyarakat Kutai Kartanegara.

“Nutuk Beham adalah bagian dari identitas budaya kita. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap proses panjang pertanian masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan nilai kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat adat Kedang Ipil.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen mendukung pelestarian Nutuk Beham agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Kami ingin kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan adat istiadat di Kukar,” katanya.

Selain pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal akar budayanya sendiri.

“Ke depan, kami ingin ada mobilisasi anak-anak sekolah untuk menyaksikan langsung proses Nutuk Beham, sehingga mereka bisa memahami dan mencintai budaya daerahnya,” tambahnya.

Festival Nutuk Beham dijadwalkan berlangsung hingga 25 April dengan melibatkan masyarakat adat, pelaku seni, dan warga sekitar.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mendorong kunjungan wisata serta memperkuat identitas budaya masyarakat Kutai Kartanegara. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lima Rumah Ludes, Kebakaran di Kota Bangun Rugikan Warga Rp3 Miliar

23 April 2026 - 15:41 WITA

Kebakaran kota bangun

3 Hari 3 Malam, Warga Kedang Ipil Jalani Tradisi Nutuk Beham Usai Panen

23 April 2026 - 11:06 WITA

nutuk beham

Warga Protes Rekrutmen RSUD AMI, Bupati Sebut 60 Persen Pegawai Tenaga Lokal

22 April 2026 - 13:36 WITA

Rekrutmen RSUD AMI

Lapas Perempuan Tenggarong Penuh, Sebagian Warga Binaan Masih Dititip di Lapas Laki-laki

22 April 2026 - 12:41 WITA

Lapas Perempuan Tenggarong

Kartini Masa Kini? Ipda Fabiola Pimpin Unit di Polres Kukar pada Usia 23 Tahun

22 April 2026 - 02:27 WITA

Ipda Fabiola Umaida

Akademisi Samarinda: Kartini Masa Kini Sudah Masuk Pusat Kekuasaan dan Inovasi

21 April 2026 - 11:13 WITA

kartini
Trending di Pendidikan