Menu

Mode Gelap

Hukum - Kriminal · 14 Sep 2021 15:04 WITA

DPP PDIP Kaltim Laporkan Akun Hoaks Terkait Megawati Soekarno Putri


DPP PDIP Kaltim Laporkan Akun Hoaks Terkait Megawati Soekarno Putri Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA – Kabar hoaks yang disebar netizen di berbagai halaman media sosial tanpa klarifikasi membuat geram Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP), Selasa (14/9/2021).

Dengan menggunakan berbagai media sosial dengan menyebarkan kabar bohong atau hoaks ke masyarakat Indonesia perihal wafatnya mantan Presiden RI ke-5 yang juga Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarno Putri.

Atas dasar kabar hoaks itu kader PDIP di DPD Kalimantan Timur (Kaltim) memutuskan mengadukan perbuatan yang sengaja dibuat oleh oknum dan disebar 6 akun Twitter, 1 akun Instagram, 2 akun Youtube, 3 nomor telepon Whathapp dan 1 portal berita ke Polresta Samarinda.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan DPD PDI Perjuangan Kaltim, S Roy Hendrayanto didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Samarinda, Achmad Sofyan beserta sejumlah kader partai melaporkan secara tertulis yang dilengkapi dengan sejumlah bukti kabar hoaks tersebut.

“Kabar hoaks yang disebarkan adalah wafatnya ibu Mega, dimana terdapat 13 akun yang menyebarkannya tanpa adanya klarfikasi. Sementara sampai detik ini, ibu Mega dalam keadaan sehat. Beliau membuka rapat pelatihan kader,” ucapnya.

Ditegaskannya pula terutama pada portal media yang memberitakan hoaks tanpa mengkonfirmasi yang jelas ini melanggar UU Pers dan tidak ada etika jurnalistiknya.

“Kami juga melaporkan ini kepada dewan pers dan semoga ini terdaftar di dewan pers. Jika tidak terdaftar maka kami akan melangkah kepada tindak hukum pidana,” sebutnya.

Lanjut Roy, modus pelaku adalah black campaign untuk menimbulkan keresahan bukan hanya kepada kader PDI Perjuangan tapi juga masyarakat Indonesia.

Diungkapkannya pula DPP PDI Perjuangan juga mempunyai tim cyber yang juga akan melakukan penelusuran.

Keputusan membuat laporan diungkapkan Roy, dilakukan 34 DPD dan seluruh DPC di Indonesia sebagai bentuk loyalitas dan kepedulian serta edukasi kepada masyarakat.

“Hari ini kami datang untuk meminta kepastian hukum terhadap penyebar hoaks itu. Ini juga dimaksudkan agar masyarakat tidak menelan kabar mentah begitu saja,” pungkasnya. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

Bea Cukai Samarinda Musnahkan 1,9 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp3 Miliar

19 Mei 2026 - 13:13 WITA

Bea Cukai Samarinda

Kasat Resnarkoba Kukar Berpotensi PTDH, Propam Polda Kaltim Siapkan Sidang Etik

18 Mei 2026 - 18:36 WITA

Kasat Resnarkoba Kukar

Kasat Resnarkoba Kukar Jadi Tersangka, Polisi Sebut Ada 100 Paket Liquid Etomidate

18 Mei 2026 - 18:07 WITA

Kasat Resnarkoba Kukar

Kasat Narkoba Kukar Diperiksa Terkait Dugaan Narkoba, Kapolda Tegaskan Zero Tolerance

16 Mei 2026 - 13:57 WITA

Kasat Narkoba Kukar

Kasus Asusila Anak di Kembang Janggut Dikembangkan, Polisi Dalami Dugaan Korban Lain

15 Mei 2026 - 19:13 WITA

kasus asusila anak Kembang Janggut
Trending di Hukum - Kriminal