Menu ✖

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 20 Mei 2025 16:04 WITA

GOTAAS, Gerakan Gotong Royong Teluk Dalam Wujudkan Generasi Bebas Stunting


GOTAAS, Gerakan Gotong Royong Teluk Dalam Wujudkan Generasi Bebas Stunting Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Sejak 2023, Kelurahan ini telah meluncurkan inovasi lokal bernama Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (GOTAAS), yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

Lurah Teluk Dalam, Samsu Rizal, menjelaskan bahwa GOTAAS hadir sebagai respon terhadap persoalan stunting yang masih menjadi prioritas nasional. “GOTAAS bukan hanya program, tapi gerakan bersama. Semua elemen kami libatkan, mulai dari PKK, Posyandu, RT, KWT, LPM, kader kesehatan, bidan, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Bahkan, sektor swasta seperti PT Lembuswana Perkasa dan PT Kutai Energi ikut ambil bagian,” jelasnya.

Program ini dilaksanakan dengan memberikan makanan tambahan bergizi tinggi kepada balita stunting, yang langsung diberikan oleh tim GOTAAS. Menu makanan yang diberikan pun disusun oleh ahli gizi dan disesuaikan dengan rekomendasi dari Dinas Kesehatan, sehingga asupan yang diberikan tepat sasaran.

Menurut Rizal, pelaksanaan GOTAAS tidak hanya fokus pada pemberian makanan, tetapi juga melibatkan edukasi serta pemantauan pertumbuhan secara berkala. “Kader-kader kami yang sudah mendapat pelatihan khusus bertugas memasak di dapur gizi. Makanan kemudian dibagikan langsung ke rumah anak stunting oleh kader dan orang tua asuh, yang sekaligus memantau konsumsi serta perkembangan anak,” ujarnya.

Sasaran utama program ini adalah anak-anak balita yang teridentifikasi stunting berdasarkan hasil pengukuran antropometri di Posyandu. Selama dua bulan, anak-anak tersebut menerima intervensi gizi spesifik dengan harapan dapat memperbaiki status gizi dan meningkatkan pertumbuhan tinggi badannya.

Lebih lanjut, Samsu Rizal menyebut bahwa GOTAAS tidak akan berjalan tanpa dukungan dana dan sumber daya. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng perusahaan, tokoh masyarakat, serta para orang tua asuh sebagai mitra pendukung.

“Hasil yang ingin kami capai bukan hanya penurunan angka stunting, tapi juga tumbuhnya kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Tujuan akhirnya jelas: Teluk Dalam zero stunting,” tegasnya.

Program GOTAAS saat ini menjadi contoh praktik baik dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat kelurahan, sejalan dengan target Pemerintah Kabupaten Kukar dan Pemerintah Pusat dalam menciptakan Indonesia Emas 2045.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Plasma 294 Hektare Belum Terbangun, Koperasi Sungai Payang Tagih Kewajiban PT Niaga Mas Gemilang

1 Oktober 2026 - 19:38 WITA

DLHK Kukar Bidik Retribusi Sampah Rp400 Juta, Skema Pembayaran Lewat PDAM dan PBB Dikaji

1 Oktober 2026 - 13:20 WITA

Distanak Kukar Gandeng BI Latih Petani Gunakan Drone Sprayer, Penyemprotan 1 Hektare Bisa Tuntas 3 Jam

1 Oktober 2026 - 13:17 WITA

Teks Foto : Drone Pertanian (Istimewa)

Kelangkaan BBM di Kukar, Komisi II DPRD Minta Pertamina Tambah Kuota Pasokan

1 Oktober 2026 - 13:14 WITA

Aulia: APBD Perubahan 2026 Kukar Turun Rp100 Miliar, Angka Rp7,9 Triliun Termasuk Penataan Pinjaman

30 September 2026 - 23:45 WITA

IKAPIN Kaltim-Kaltara Ucapkan Selamat kepada Rektor Terpilih Unmul, Siap Berkolaborasi untuk Kemajuan Universitas dan Daerah

30 September 2026 - 21:39 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru