okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menyambut Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan difokuskan di wilayah Kecamatan Tenggarong, dengan tujuan memastikan bahwa hewan yang akan disembelih benar-benar sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Pemeriksaan ini dilakukan di lima titik strategis, yaitu Tenggarong Seberang, Bukit Biru, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pesut, dan Rumah Potong Hewan (RPH) Mangkurawang. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi perhatian khusus Distanak Kukar menjelang hari besar keagamaan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Gazali Rahman, menjelaskan bahwa petugas melakukan serangkaian pengecekan fisik untuk mendeteksi kemungkinan penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang sempat merebak di beberapa daerah.
“Tujuan kami jelas, yaitu memastikan tidak ada hewan sakit yang dikurbankan. Pemeriksaan ini juga sekaligus bentuk edukasi kepada penjual dan pembeli,” terang Gazali saat ditemui pada Selasa (3/6/2025).
Hewan kurban yang lolos pemeriksaan akan diberi penanda berupa peneng khusus. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa dengan mudah mengenali hewan yang telah dinyatakan layak oleh petugas.
“Dengan adanya peneng ini, warga tidak perlu ragu saat membeli hewan kurban. Itu artinya hewan sudah diperiksa dan sehat,” lanjutnya.
Selain di Tenggarong, pemeriksaan juga dilakukan secara serentak di berbagai kecamatan lain melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Salah satunya di Samboja, yang juga mencakup wilayah Muara Jawa dan Sangasanga.
Berdasarkan data sementara, total ketersediaan hewan kurban di Kukar menjelang Iduladha 2025 tercatat sebanyak 4.420 ekor sapi, 963 kambing, dan 20 kerbau. Jumlah ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.
Distanak Kukar juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban dari penjual yang bekerja sama dengan dinas, serta tidak tergiur harga murah tanpa jaminan kesehatan hewan.
“Keselamatan dan kesehatan konsumen adalah prioritas kami. Jangan beli hewan yang belum diperiksa,” tegas Gazali.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








