okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Guna menekan potensi serangan penyakit blas dan kresek pada tanaman padi, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Loa Janan, Selamet Riyadi, melakukan langkah konkret dengan menyalurkan agen hayati berupa jamur Trichoderma kepada Kelompok Tani (Poktan) Usaha Abadi, Desa Loa Duri Ulu.
Penyerahan dilakukan secara langsung kepada Ketua Poktan, Sutiknar, pada Senin (26/5/2025) lalu, sebagai bagian dari program pengendalian hama terpadu dan ramah lingkungan yang diinisiasi oleh UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur.
“Trichoderma sangat efektif digunakan pada tahap awal pengolahan lahan, terutama menjelang masa tanam. Ini adalah langkah preventif agar lahan tetap sehat dan bebas dari patogen penyebab penyakit tanaman,” jelas Selamet.
Ia menerangkan, sebanyak 100 gram Trichoderma dibagikan dalam kegiatan ini, disertai dengan petunjuk penggunaannya. Agen hayati tersebut dilarutkan ke dalam setengah liter air, lalu disemprotkan menggunakan tiga tangki ke seluruh permukaan sawah yang akan ditanami.
Langkah ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.
“Selain murah dan mudah diaplikasikan, penggunaan Trichoderma juga berdampak positif pada kesuburan tanah dalam jangka panjang,” tambahnya.
Selamet mengimbau agar metode ini bisa menjadi kebiasaan baru bagi petani dalam mengelola pertanian padi, terutama untuk mencegah munculnya penyakit sejak dini tanpa harus menunggu serangan datang.
“Kalau bisa dicegah dari awal, kenapa harus menunggu tanaman sakit dulu? Ini solusi alami yang perlu kita biasakan,” tutupnya.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








