okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Upaya menjaga regenerasi petani terus digelorakan di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara. Sejak lima tahun terakhir, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) setempat membina kelompok pemuda tani yang tergabung dalam Gapoktan Burung Enggang di Kelurahan Muara Jawa Tengah.
Kepala BPP Muara Jawa, Dadang Kusnadi, mengatakan meski sebagian besar pemuda lebih memilih bekerja sebagai karyawan perusahaan, masih ada anak muda yang konsisten menekuni dunia pertanian.
“Artinya petani milenial jangan sampai hilang. Kami bina terus agar tetap ada regenerasi,” kata Dadang.
Untuk memperkuat identitas, kelompok tani muda ini bahkan memiliki pendopo khusus. Lokasi itu beberapa kali dikunjungi langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara sebagai bentuk dukungan.
Program yang dijalankan antara lain perbenihan jagung dan budidaya semangka. Cara itu terbukti mampu menarik minat anak muda lain karena hasil pertaniannya nyata. “Dengan melihat hasilnya, otomatis banyak yang bergabung ke pertanian,” ujar Dadang.
Selain tanaman pangan, para pemuda juga merambah beternak ayam kampung hingga membudidayakan ikan lele. Dukungan peralatan modern dari pemerintah maupun perusahaan turut memperkuat semangat mereka.
Meski berjalan hampir lima tahun, Dadang mengakui masih ada tantangan besar, terutama pada pemasaran. “Kemarin benih jagung sudah diproduksi, tapi yang membeli tidak ada. Ke depan, harapannya pemerintah bisa membantu membeli hasil para petani muda,” ucapnya.
Dadang menambahkan, dukungan penuh dari pemerintah diperlukan, tidak hanya dalam bentuk alat mesin pertanian (alsintan), tapi juga benih unggul dan kepastian pasar.
“Kalau teknologi dan pasar terjamin, semangat pemuda bertani di Muara Jawa akan terus hidup,” katanya.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








