okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka, melaksanakan kegiatan reses di Jalan Adji Masnandai, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari persoalan kesejahteraan pekerja kebersihan, dunia pendidikan, hingga koordinasi antara aparat dan mahasiswa saat aksi unjuk rasa.
Dalam dialog tersebut, Akbar menaruh perhatian besar terhadap keluhan para penyapu jalan dan sopir truk sampah yang menilai upah mereka masih jauh dari layak. Ia menyebut para pekerja kebersihan sebagai “pahlawan tanpa sorotan” yang berperan penting menjaga keindahan kota, meski kerap luput dari perhatian publik.
“Saya sudah lama berinteraksi dengan mereka, bahkan sering sarapan bersama. Sejak dulu, persoalannya tetap sama—gaji mereka belum sebanding dengan beratnya pekerjaan di lapangan,” ujar Akbar.
Selain dari pekerja kebersihan, aspirasi juga datang dari kalangan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mereka mengusulkan agar DPRD memfasilitasi pertemuan resmi antara aparat penegak hukum dan mahasiswa untuk memperkuat komunikasi sebelum dan saat aksi berlangsung.
Menurut mereka, meskipun Kukar relatif aman, potensi kesalahpahaman antara aparat dan peserta aksi perlu diantisipasi sejak dini. Akbar menyambut baik gagasan tersebut dan berjanji akan menyampaikannya ke pimpinan DPRD.
“Kami akan dorong adanya rapat dengar pendapat antara mahasiswa, aparat, dan OPD terkait agar koordinasi di lapangan bisa lebih baik dan aksi tetap berjalan damai,” ungkapnya.
Tak hanya itu, warga juga menyoroti mahalnya biaya seragam sekolah di awal tahun ajaran baru, yang dianggap membebani ekonomi keluarga. Akbar mengaku memahami kondisi tersebut dan siap menyalurkan aspirasi itu kepada komisi yang membidangi pendidikan di DPRD Kukar.
“Walaupun bukan ranah komisi saya, aspirasi masyarakat tetap akan saya perjuangkan dan saya sampaikan ke komisi terkait,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan partainya yang kini memegang posisi strategis di DPRD Kukar, proses advokasi terhadap aspirasi masyarakat bisa lebih mudah diakomodasi melalui koordinasi antarkomisi.
Kegiatan reses yang berlangsung di Kelurahan Timbau ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas warga, mahasiswa, hingga tokoh setempat. Suasana dialog berlangsung terbuka dan produktif, dengan berbagai usulan yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi di DPRD Kukar.(adv/dprdkukar/atr)








