okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Dapil II, Muhammad Idham, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di Kecamatan Sebulu dan sekitarnya. Dalam kegiatan reses yang ia lakukan, Idham menerima banyak aspirasi warga, mulai dari persoalan air bersih, fasilitas pendidikan, hingga dukungan sektor pertanian dan infrastruktur desa.
Salah satu wilayah yang dikunjungi Idham adalah Dusun Harapan Jaya, Desa Sanggulan, kawasan yang dulunya dikenal sebagai lokasi panti sosial bagi penderita kusta pada era 1980-an. Ia menuturkan, meskipun kini sudah teraliri listrik PLN, warga masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kendala utama mereka saat ini adalah air bersih. Dulu sempat dibantu pasokan dari TNI, tapi jumlahnya terbatas. Kami sudah sampaikan ke Dinas Perkim agar bisa direalisasikan melalui program penyambungan pipa,” jelas Idham, Kamis (14/8/2025).
Selain masalah air, kondisi pendidikan di daerah tersebut juga menjadi perhatian serius. Beberapa sekolah dasar serta fasilitas PAUD dan TK masih menggunakan bangunan lama. Bahkan sebagian PAUD sempat menumpang di balai desa sebelum mendapatkan bantuan pembangunan gedung baru yang kini belum rampung.
“Kalau belum bisa tertampung di rencana kerja Dinas Pendidikan, akan saya perjuangkan lewat pokok pikiran DPRD,” tegasnya.
Di bidang pertanian, masyarakat Sebulu yang mayoritas petani jagung dan buah naga mengeluhkan minimnya sarana produksi seperti pupuk dan alat pertanian. Kelompok pembudidaya ikan keramba di Kelurahan Sebulu Raya juga meminta perhatian, terutama soal dukungan pemasaran hasil panen.
Idham menambahkan, kondisi beberapa musala di wilayah tersebut juga memerlukan perhatian. Ia mendorong pembentukan yayasan pengelola agar penyaluran bantuan lebih mudah dilakukan.
“Kalau untuk perbaikan musala dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp75 juta sampai Rp100 juta, bisa kita dorong lewat pokir,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke Sebulu Ulu, Idham juga meninjau SDN 017 yang kondisinya masih berupa bangunan lama. Ia menyebutkan, sekolah tersebut sudah dijadwalkan mendapat pembangunan fasilitas perpustakaan pada 2026.
“Kalau memungkinkan, kita usulkan tambahan anggaran supaya bisa dibangun tiga ruang kelas baru,” katanya.
Selain itu, aspirasi dari pelaku UMKM juga turut disampaikan, terutama dari kelompok ibu-ibu pengusaha katering yang membutuhkan bantuan peralatan usaha. Warga juga mengajukan permintaan pembangunan jembatan penghubung antar gang untuk mempermudah akses, terutama saat terjadi keadaan darurat seperti kebakaran.
Idham memastikan seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah maupun lewat pokok pikiran DPRD.
“Semua masukan ini akan kami bawa ke rapat pembahasan agar bisa segera diakomodasi. Harapan kami, masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya,” pungkasnya. (adv/dprdkukar/atr)








