Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 2 Des 2025 14:12 WITA

Standar Mutu Konstruksi Kaltim Teratas Nasional, PUPR Provinsi Sabet Peringkat 1 Sutami Award 2025


Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menerima penghargaan Peringkat 1 Nasional pada Sutami Award 2025. (Istimewa) Perbesar

Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menerima penghargaan Peringkat 1 Nasional pada Sutami Award 2025. (Istimewa)

okeborneo.com, SAMARINDA – Penilaian kinerja sektor konstruksi sering menjadi cermin tata kelola daerah. Di Kalimantan Timur, cermin itu menunjukkan hasil yang jarang muncul tanpa disiplin panjang: provinsi ini menempati peringkat teratas nasional untuk pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi pada Sutami Award 2025. Penghargaan itu menegaskan satu hal yang lebih besar dari seremoni di Jakarta. Standar kerja yang konsisten perlahan mengubah cara proyek infrastruktur dikelola di daerah.

Penghargaan dari Kementerian PU ini lahir dari penilaian yang menyoroti tiga aspek inti: pembinaan penyedia jasa, pengawasan proyek, dan pemenuhan standar keselamatan serta mutu. Kalimantan Timur mengungguli Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah, dua provinsi yang biasanya menjadi rujukan. Posisi ini memberi bobot pada diskusi lama tentang kesenjangan kapasitas antarwilayah dan pentingnya tata kelola yang stabil. Di lobi auditorium, beberapa tamu sempat mencatat catatan sederhana di folder mereka, menandai poin evaluasi yang dianggap menarik untuk dibawa pulang.

Di tingkat nasional, penghargaan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti ke-80 Kementerian PU. Sekretaris Jenderal Wida Nurfaida menyebut kolaborasi lintas sektor sebagai unsur penting pembangunan berkelanjutan. “Koordinasi hexahelix itu fondasinya,” ujarnya dalam sambutan. Ia menegaskan bahwa mutu dan integritas masih menjadi dua indikator yang membedakan daerah yang mampu mempertahankan kinerja dengan yang hanya mengejar pencitraan sesaat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengingatkan nilai sejarah di balik nama penghargaan tersebut. Baginya, figur Ir. Sutami menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran dapat diimbangi dengan kecerdasan teknis dan sikap amanah. Penggunaan nama itu dimaksudkan sebagai dorongan moral agar sektor konstruksi tetap menjunjung integritas meski tekanan pembiayaan kerap tidak sejalan dengan kebutuhan di lapangan.

Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menerima penghargaan tersebut dan menyebut capaian itu sebagai hasil kerja kolektif. “Kami menjaga kualitas dan konsistensi pembinaan. Ini kerja semua tim,” katanya. Pernyataan itu menegaskan bahwa stabilitas tata kelola hanya mungkin terbangun jika semua tahap proyek diperlakukan dengan standar sama, dari perencanaan hingga pengawasan.

Pencapaian ini memperkuat posisi Kaltim di peta nasional, terutama menjelang periode pembangunan besar yang membutuhkan disiplin teknis dan manajerial. Tantangannya tetap sama: mempertahankan standar tinggi dalam situasi fiskal dan politik yang tidak selalu ramah. Bagi publik, manfaatnya diukur bukan dari seremoni penghargaan, melainkan dari infrastruktur yang benar-benar aman, layak, dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Protes Rekrutmen RSUD AMI, Bupati Sebut 60 Persen Pegawai Tenaga Lokal

22 April 2026 - 13:36 WITA

Rekrutmen RSUD AMI

Lapas Perempuan Tenggarong Penuh, Sebagian Warga Binaan Masih Dititip di Lapas Laki-laki

22 April 2026 - 12:41 WITA

Lapas Perempuan Tenggarong

Kartini Masa Kini? Ipda Fabiola Pimpin Unit di Polres Kukar pada Usia 23 Tahun

22 April 2026 - 02:27 WITA

Ipda Fabiola Umaida

Akademisi Samarinda: Kartini Masa Kini Sudah Masuk Pusat Kekuasaan dan Inovasi

21 April 2026 - 11:13 WITA

kartini

Setor PAD Rp2 Miliar, Warung Tahu Sumedang Malah Ditutup, DPRD Kukar Protes

21 April 2026 - 10:30 WITA

tahu sumedang ditutup

Mahasiswa Kukar Bergerak ke Samarinda, Bawa Tuntutan Evaluasi Gubernur

20 April 2026 - 17:52 WITA

Mahasiswa kukar
Trending di Pos-pos Terbaru